oleh

Kena OTT, Bupati Pakpak Bharat Jadi Tersangka Suap Proyek PU

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Bupati Pakpak Bharat, Remigo Yolando Berutu, yang merupakan salah satu dari empat orang yang terkena OTT Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Sumatra Utara (Sumut) tiba di gedung merah putih Kuningan, Jakarta Selatan, Ahad (18/11). Politikus partai Demokrat tersebut tiba pukul 14.31 WIB dengan didampingi petugas KPK.

Remigo terlihat mengenakan jaket biru dongker, mereka terus berjalan tanpa sedikit pun memberikan keterangan kepada awak media. Ia datang seorang diri tanpa ketiga tersangka lainnya, yang merupakan kepala dinas setempat, pegawai negeri sipil (PNS) dan swasta.

“Dari kegiatan ini teridentifikasi dugaan transaksi terkait proyek Dinas PU di Pakpak Bharat. Diduga penerimaan telah terjadi beberapa kali, dengan nilai ratusan juta,” kata Agus, Ahad (18/11).

Baca juga  100 Lebih Kader Demokrat Melompat Ke Hanura

Ketua Divisi Komunikasi Publik DPP Partai Demokrat Imelda Sari mengaku prihatin atas peristiwa tersebut. “Belum dapat laporan dari DPD Sumut, namun jika benar Bupati Pakpak Barat yg tertangkap OTT tentu kami prihatin, karena yang bersangkutan tercatat sebagai kader kami dan Ketua DPC Pakpak Bharat,” Kata Imelda, dalam keterangannya, Ahad, (18/11).

Baca juga  Busyro Menilai DPR Berupaya Memutilasi KPK melalui Revisi UU KPK

Imelda menegaskan, Partai Demokrat menghormati proses hukum yang saat ini berproses di KPK. Partai berlambang mercy itu tengah menunggu penjelasan lebih lanjut dari KPK.

Sementara itu Imelda menjelaskan, secara internal ada pakta integritas yang ditandatangani oleh setiap kader yang maju pencalegan atau pilkada terkait pakta integritas. “Sanksi pemberhentian bisa dilakukan Dewan Kehormatan Partai jika seorang kader melakukan tindakan korupsi karena melanggar pakta integritas,” tuturnya.

(sumber: republika.co.id)