oleh

Kejagung Pastikan Tak Akan Memoratorium Eksekusi Mati

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Kejaksaan Agung  memastikan tidak akan memoratorium eksekusi mati terhadap 130 terpidana mati yang saat ini sudah berkekuatan hukum tetap. Hal tersebut diungkap oleh Jaksa Agung, HM Prasetyo saat menggelar rapat kerja dengan Komisi III DPR dan Kejaksaan Agung di gedung Parlemen RI, Kamis (13/4/17).

“Kami tidak akan moratorium eksekusi terpidana mati sampai rancangan revisi undang-undang KUHP disahkan menjadi UU KUHP,” terang HM Prasetyo.

Eksekusi mati, lanjut Prasetya tetap akan dijalankan meskipun dalam rencana revisi UU KUHP dinyatakan bahwa hukuman mati sebagai hukuman alternatif, di mana ketika terpidana menunjukkan kelakuan baik hukuman mati bisa diubah hukumannya menjadi hukuman seumur hidup.

Sebelumnya, dalam rapat kerja tersebut, anggota Komisi III DPR RI, Arsul Sani mempertanyakan kelanjutan eksekusi mati terhadap 130 terpidana mati.

“Lebih dari 130 orang terpidana mati yang sudah berkekuatan hukum tetap, namun belum juga dieksekusi (walaupun belum melakukan Peninjauan Kembali),” ungkap Politisi PPP tersebut.

Asrul menanyakan apakah Kejaksaan Agung akan memoratorium eksekusi atau tetap akan melakukan meskipun dalam rencana revisi Undang-undang KUHP yang diusulkan pemerintah bahwa hukuman mati sebagai hukuman bersifat khusus atau alternative.

Dalam rancangan revisi undang-undang tersebut yang kemungkinan akan menjadi hukum positif di Indonesia. (DD)

Komentar