oleh

Kecam Aksi Premanisme terhadap Kepala BP2MI, Abdul Rauf: Premanisme Tidak Boleh Dibiarkan

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Komunitas Penyedia Tenaga Kerja Internasional (KAPTEN) Indonesia mengecam aksi premanisme terhadap Kepala Badan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani.

Ketua Umum Kapten Indonesia, Abdul Rauf, mengindikasi bahwa demo tersebut adalah pesanan dari kelompok yang sedang kebakaran jenggot atas upaya Kepala BP2MI dalam memberantas semua pergolakan yang tersistematis, massif dan terorganisir dari mereka merasa yang lapaknya terganggu.

“Hal ini wajar tapi cara-cara seperti ini harus dilawan dan diberangus karna tidak sesuai dengan marwah Undang-Undang Ketenagakerjaan. Kami dari Komunitas Penyedia Tenaga Kerja Internasional (Kapten) Indonesia berpendapat bahwa hal ini sebaiknya tidak terulang dan tidak boleh dibiarkan,” pungkas Rauf kepada media, Jakarta, Kamis (02/07).

Menurut Abdul Rauf, sejatinya kelompok-kelompok seperti ini dibumi hanguskan di negeri ini. Indonesia, lanjutnya, merupakan negara hukum. Sehingga menurutnya, lucu jika sekiranya upaya premanisme diakomodir dan diberi ruang gerak.

“Kami sangat setuju dan mendukung tindakan Sahabat Benny Rhamdani untuk tidak lagi mau didikte oleh Oknum seperti itu. Kapten Indonesia sebagai wadah yang menghimpun seluruh potensi penyedia tenaga kerja siap dan mendukung penuh kinerja BP2MI,” pungkas Abdul Rauf.

Baca juga  Sambangi DPRD Sorong, Kapten Papua Barat Siap Serap 15 Ribu Tenaga Kerja di Kawasan Ekonomi Khusus

Namun begitu, kata Rauf, perlu juga BP2MI mendengarkan pihak-pihak lain yang sejalan dengan pemikirannya dan tidak menyamaratakan semua Penyedia Tenaga Kerja Migran. Kapten Indonesia sangat sadar bahwa terlalu banyak Penyedia tenaga kerja yang masih Idealis, ingin memperbaiki negri ini.

Dengan pemikiran yang masih ingin membangun bangsa, Kapten  Indonesia merupakan salah satu organisasi Tenaga Kerja yang selalu mencari solusi terbaik untuk semua Duta Bangsa yang dikirim keluar negeri sebagai Pekerja Migran Indoensia (PMI) yang loyal, cinta Indonesia dan bangga atas negerinya saat berada di luar negri.

“Sehingga Kapten Indonesia fokus pada peningkatan kwalitas SUMBER DAYA MANUSIA (SDM) Unggul untuk para pekerja migran,” kata Rauf dengan penuh semangat.

“Hal lain juga perlu disadari masyarakat para calon PMI, jangan sekali-kali mencoba dan bermimpi keluar negeri kalo otaknya Jongkok alias tidak memiliki keterampilan, minimal mengenal budaya dimana dia berada sebagai pekerja migram mau mengunjakkan kaki. Penting untuk dipahami bahwa ketika kalian sebagai PMI sedang berada di negri orang harus mampu menyesuaikan diri alias adaptasi lingkungan,” tambah Rauf.

Baca juga  IP Institute : Merubah Sistem UN ke Istilah Lain, Jangan Untuk Pencitraan

Atas ulah premanisme kepada Kepala BP2MI, pria yang juga aktif di GP Ansor ini terus mendukung Benny Rhamdani. Ia berharap Kepala BP2MI ini dapat mengembalikan masa depan ketenagakerjaan.

“Sekali lagi, Bang Benny Rhamdani silahkan maju terus dan bawalah BP2MI pada kejayaan masa depan ketenagakerjaan pada wilayah kemedekaan para BMI dan senantiasa berpihak kepada pelaku buruh bukan kepada penyalur yang nakal atau kelompok yang mencoba mencederai dunia buruh dengan menghalalkan segala cara untuk meraut keuntungan pribadi dan golonganya,” pungkas Abdul Rauf.

“Atas nama Kapten Indonesia mendukung sepenuhnya gerakan pemurnian urusan buruh yang dilakukan BP2MI hari ini, terima kasih,” tutupnya dengan lugas. (aw)

Komentar