Kasus Skandal Seksual, 34 Uskup di Cile Secara Massal Mengundurkan Diri

Kasus Skandal Seksual, 34 Uskup di Cile Secara Massal Mengundurkan Diri

VATICAN CITY, SUARADEWAN.com -- Sebanyak 34 uskup Cile  mengajukan pengunduran secara massal ke Paus Francis. Pengunduran diri seluru uskup Cile

Jadi Heran, Kok Makin Banyak Orang Suka Rekam Kegiatan Intim?!
Anggota DPRD Kota Semarang dari PKS Ini Dipecat Gegara Isu Selingkuh
Karena Kecanduan Seks Wanita Ini Depresi dan Masuk Ruang Gawat Darurat

VATICAN CITY, SUARADEWAN.com — Sebanyak 34 uskup Cile  mengajukan pengunduran secara massal ke Paus Francis. Pengunduran diri seluru uskup Cile yang belum pernah terjadi sebelumnya dilakukan menyusul kasus skandal seksual.

Belum jelas apakah Paus akan menerima semua atau satu pengunduran diri dari para uskup, yang memegang semua tugas tertinggi di gereja Katolik Roma.

“Kami menyerahkan posisi kami ke Bapak Suci dan menyerahkannya kepada beliau untuk memutuskan secara bebas bagi masing-masing kami,” kata para pastur dalam pernyataan bersama yang dibacakan Pastur Fernando Ramos, yang bertindak sebagai juru bicara para pastur, Jumat (18/5).

Baca juga  Karena Kecanduan Seks Wanita Ini Depresi dan Masuk Ruang Gawat Darurat

Menurut dia, para pastur akan tetap melaksanakan tugasnya hingga paus membuat keputusannya.Skandal ini telah merusak kredibilitas gereja di negara itu dan juga melukai citra Paus. Di Cile, kritikan mengalir ke Paus karena dianggap membela kuat seorang pastur yang diduga menutup-nutupi skandal sebelum memindahkan posisinya.

Baca juga  Skandal Seks Gereja Terus Mencuat, Petinggi Vatikan Desak Paus Franciskus Mundur

Vatikan menolak berkomentar tentang waktu keputusan atau pengunduran diri mereka. Seorang pejabat gereja mengatakan untuk pertama kali para pastur dari sebuah negara mengajukan meninggalkan pos mereka dengan cara tersebut.

Dalam pernyataan itu, para pastur mengucapkan terima kasih atas kritik yang disampaikan secara kekeluargaan.

“Dari semeua itu, kami meminta maaf atas kepedihan yang dialami para korban, paus, dan negara kami atas kesalahan serius yang kami lakukan,” demikian pernyataan itu. (Antara)

COMMENTS

DISQUS: