oleh

Kasus Pengeroyokan Advokat oleh Oknum Brimob, KAI Bone Minta Danyon Dicopot

BONE, SUARADEWAN.com — Kasus pengeroyokan yang diduga dilakukan oleh salah seorang oknum Anggota Brimob di Desa Wala, Kecamatan Maritenggae, Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan terus mendapat Kecaman dari berbagai pihak, Minggu (16/8/20).

Oknum anggota Brimob yang terlibat Kasus Penganiayaan ini diduga ikut ambil peran dalam membekingi perkara kasus sengketa lahan yang ditangani korban advokat Safril Partang terjadi Sabtu (15/8/20) sekitar pukul 10.00 pagi di area persawahan lokasi sengketa lahan.

banner 1280x904

Kasus Pengeroyokan ini diduga melibatkan sekitar 6 orang pelaku.

Menyikapi hal tersebut DPD IPHI Pusat di DKI Jakarta pun menuntut pengusutan tuntas kejadian dugaan pengeroyokan yang dialami oleh korban yang juga berprofesi sebagai Advokat.

Pihaknya pun mendesak Institusi Kepolisian terkhusus untuk Kapolri dan Kapolda Sulsel agar memberi perhatian khusus pada penegakan hukum yang sudah dilaporkan korban ke Kapolres Sidrap dengan nomor LP: 140/VIII/2020/SPKT Tanggal 15 Agustus 2020 dan juga telah dilaporkan ke Provost Sat Brimob Polda Sulawesi Selatan dengan nomor STPL/04/VIII/2020 Tanggal 15 Agustus 2020 lalu pasca kejadian.

Baca juga  Keren, Untuk Jaga Imunitas Petugas Kesehatan! Gerakan People Help People Bagikan Telur Rebus dan Madu Di Tiga RSUD di Bone

“Pengeroyokan dan Penganiayaan terhadap Advokat yang sedang menjalankan tugas profesinya merupakan tindakan keji dan biadab, oleh karena itu para Pelaku harus segera ditangkap dan diadili ke muka peradilan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya agar mendapat hukuman seberat-beratnya,” terang Haposang Hutagalung ketua DPD IPHI Pusat, Minggu (16/8/20)

Pihaknya pun sangat menyayangkan tindak kekerasan yang masih saja kerap diterima oleh sejumlah rekan advokad di tanah air yang notabenenya merupakan unsur penegak hukum juga di Republik ini.

“Apalagi dalam suasana menjelang Hari Kemerdekaan RI ke 75, tentu saja peristiwa ini telah mencederai semangat peringatan Proklamasi dan kemerdekaan profesi Advokat yang telah dijamin dalam UU No. 18 Tahun 2003 Tentang Advokat, lanjut Haposang Hutagalung.

Baca juga  Camat Dibebankan Pembelian APD, Tokoh Milenial Bone Ini Desak DPRD Hearing Dinkes Terkait Anggaran Covid-19

Sementara itu, Kecaman keras juga dilontarkan Ketua KAI (Kongres Advokat Indonesia) Cabang Bone Andi Asrul Amri, SH MH, pihaknya merasa aksi bar-bar yang dilakukan oleh salah seorang oknum Pasukan dari Brimob ini dinilai kelewatan.

“Kami menuntut hukuman dan sanksi yang setegas-tegasnya terkait kasus ini. Rekan kami di Sidrap cuma menjalankan tugasnya dilapangan.

Dirinya pun dengan tegas meminta pimpinan (Danyon) C Pelopor untuk dicopot dari jabatannya.

“Kami menuntut Pimpinan (Danyon) dicopot saja dari jabatannya jika tidak mampu memberi sanksi tegas dari peristiwa penganiayaan yang dilakukan anggotanya ini,” terang Andi Asrul Amri selaku Ketua KAI Cabang Bone saat diwawancara.

Reporter: Yusuf Muhammad al-Fatih

Komentar