oleh

Kartu Jakarta Jomblo (KJJ) Jadi Solusi Asmara dari Wagub DKI Baru

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih, Sandiaga Uno, memiliki perhatian khusus pada jomblowan dan jomblowati di DKI Jakarta. Menurutnya, para jombo itu harus dibantu melepaskan status  jomblonya supaya bisa hidup gembira.

Untuk mewujudkan hal itu, kata Sandi, pihaknya akan membentuk program Kartu Jakarta Jomblo (KJJ) setelah resmi dilantik menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta nanti.

banner 1102x704

“Harus bahagia, karena terus-terusan jomblo pasti menimbulkan stres, kan hidup harus berpasang-pasangan, kita harus cari pasangan kita dan kartu jomblo ini adalah fasilitas kita untuk mencari pasangan kita,” kata Sandi di jalan Pulombangkeng Nomor 5, Selong, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (30/4).

Program KJJ ini nanti akan terintegrasi dengan program OKE OCE dan DP Rumah 0 persen, supaya para jomblo tersebut menjadi lebih menjual dan percaya diri ketika mencari jodoh dan bertemu dengan calon mertuanya, sebab sudah memiliki pekerjaan dan rumah sendiri.

Baca Juga:  Sandiaga Jelaskan Soal Elit Bermental Maling dari Probowo

Sandi menjelaskan, KJJ nanti hanya akan berlaku selama 6 bulan saja dan cuma bisa diperpanjang sebanyak satu kali. Sebab, jika lebih dari itu, dikhawatirkan para jomblo itu menjadi terlalu nyaman dengan zona kesendiriannya.

“Karena kalau terus-terusan, ya akhirnya senang menjadi jomblo terus, karena kita mau jomblo-jomblo ini cepat menghasilkan karya dan cepat meninggalkan status jomblonya,” tukasnya.

Sandi berjanji akan memberikan perhatian khusus pada perkara Pemberi Harapan Palsu (PHP). Dan akan menyediakan wadah di ruang publik untuk para jomblo itu bertemu.

Baca Juga:  Mundur Sebagai Wagub DKI, Sandiaga Minta Maaf Kepada Warga Jakarta

“PHP (Pemberi Harapan Palsu) itu nanti kita minta kiat khusus, nanti ada pelatihannya, jangan ada jomblo lagi di kalangan kita, sedangkan kalau wadahnya ada, jadi kan pak Basuki-Djarot mengedepankan RPTRA, jadi ruang publik ini harus ada eventnya, harus ada ta’arufnya di tempat terbuka luas dan positif, itu kita harap event positif,” tutur Sandi. (ZA/dt)

Komentar

Berita Lainnya