oleh

Kapolri Bantah Tudingan Soal Kriminalisasi Ulama

JAKARTA,SUARADEWAN.com – Polri memberikan bantahan terkait tudingan dari sejumlah pihak yang menyebut kepolisian telah melakukan kriminalisasi terhadap ulama, salah satunya Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizeq Shibab.

Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian menuturkan, penyelidikan kasus hukum yang tengah menjerat Habib Rizieq dilakukan berdasarkan aduan dan laporan dari masyarakat. Dirinya membantah bahwa pihaknya secara sengaja mencari kasus untuk menjerat Pimpinan FPI tersebut.

banner 728x419

“Soal Rizieq, ada beberapa kasus yang dilaporkan ke Polri. Jadi berdasarkan laporan yang diterima. Polri tentu kalau ada laporan harus menindaklanjuti apakah penyelidikan atau naik ke penyidikan” kata Tito di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (22/2/17)

Sampai saat ini, Kepolisian masih melakukan penyelidikan terhadap sejumlah kasus yang didakwakan kepada Habib Rizieq. Diantara kasus dugaan penghinaan Pancasila yang ditangani Polda Jabar, kasus dugaan penyebaran kebencian dan SARA pada muatan ceramah Rizieq Shihab yang menyinggung kelompok Hansip.

Kasus dugaan penistaan agama yang dilaporkan Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) yang akan segera dilakukan gelar perkara, kasus yang terkait tuduhan adanya lambang palu arit pada uang kertas baru. Prosesnya kini masih dalam tahap pemanggilan saksi

Dan soal kasus dugaan pornografi yang juga melibatkan tersangka dugaan makar Firza Husein. Total 12 kasus tersebut masih berjalan di Kepolisian.

Seperti diketahui, salah satu tuntutan massa aksi 212 yang berlangsung kemarin di depan Gedung DPR/MPR RI, adalah menghentikan kriminalisasi terhadap ulama.

Kepolisian dituding melakukan kriminalisasi terhadal sejumlah tokoh ulama, seperti Habieb Rizieq, Munarman, dan Bachtiar Nasir.  (DD)

Komentar

Berita Lainnya