oleh

Kader PDIP Rekan Harun Masiku Dituntut 2,5 Tahun Penjara

JAKARTA, SUARADEWAN.com — Kader PDIP, Saeful Bahri dituntut 2 tahun dan 6 bulan penjara oleh Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Selain itu, Saeful juga dituntut membayar denda sebesar Rp 150 juta subsider 6 bulan kurungan.

“Menuntut agar majelis hakim, Menyatakan terdakwa Saeful Bahri terbukti secara sah dan meyakinkan menurut hukum bersalah, melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dan berlanjut,” kata Jaksa KPK Takdir Suhan membaca surat tuntutan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu 6 Mei 2020.

banner 728x419

Jaksa meyakini, Saeful Bahri selaku mantan calon legislatif (Caleg) PDIP memberikan suap kepada eks Komisioner KPU Wahyu Setiawan sebesar SGD 57.350 atau setara Rp 600 juta melalui orang dekat Wahyu, yang juga Caleg PDIP Agustiani Tio.

Baca Juga:  Dewan Pers: Wartawan yang Jadi Timses atau Caleg Harus Mundur

Perbuatan itu dilakukan bersama-sama dengan mantan Caleg PDIP Harun Masiku yang hingga kini masih menjadi buronan.

Upaya memberikan uang itu dengan maksud supaya Wahyu Setiawan dapat mengupayakan KPU RI menyetujui permohonan penggantian antarwaktu (PAW) PDIP dari Riezky Aprilia sebagai anggota DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) Sumatera Selatan 1 kepada Harun Masiku.

Baca Juga:  PDI Perjuangan Kutai Barat Yakin Paslon No 4 Unggul di Wilayahnya

Jaksa meyakini, Saful Bahri melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau Pasal 13 Undang-Undang Pemberantasan Korupsi jo. Pasal 55 ayat 1 ke-1 jo. Pasal 64 ayat 1 KUHP. (vi)

Komentar

Berita Lainnya