oleh

Jurus Anies-Sandi Lawan Haters di Media Sosial

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Masih dalam lingkaran Pilkada DKI. Sudah menjadi rahasia umum bahwa setiap pasangan calon memiliki cara masing-masing untuk memikat warganya, tak lepas dalam hal merespons serangan-serangan haters di media sosial.

Pasangan calon nomor urut 3 Anies Baswedan-Sandiaga Uno misalnya, merespon serangan dari media sosial melalui video ‘tweet jahat’. Video yang menampilkan Anies-Sandi membacakan cacian yang dia terima di media sosial yang diunggah setap hari Selasa. Dalam video durasi singkat tersebut, cacian itu selalu ditanggapi secara kelakar oleh paslon usungan Partai Gerindra ini.

banner 728x419

Salah satu tweet jahat yang diunggah di Youtube dengan judul “Anies Baswedan baca tweet jahat #01”. Dalam video tersebut, seorang perempuan membacakan tweet dengan nama akun @andhikaenggar.

Baca Juga:  Jangan Jadikan Pilkada Sebagai Ajang Pecah-Belah

“Salam dua jari pak Anies jgn banyakan omong kayak Uno”.

Sejenak Anies terdiam, lalu, si perempuan bertanya, “Kok diam Pak?“

“Katanya jangan banyak omong”, jawab Anies.

Mendekati Pilkada DKI putaran kedua 19 April mendatang, Anies berencana untuk menggencarkan kampanye video ‘tweet jahat’ di Instagram.

‘Tweet jahat’ lebih sering nanti, enggak cuma hari Selasa,” kata Anies di rumahnya di kawasan Lebak Bulus, Jakarta, Rabu 22 Maret 2017.

Lanjut Anies, tujuan kampanye tweet jahat adalah merespon secara santai serangan-serangan yang ada di media sosial. Hal ini sekaligus memberi pelajaran kepada netizen yang melontarkan cacian kepadanya.

“Sebetulnya ini membuat orang jadi berfikir, kalau menulis aneh-aneh, dibaca nih nanti,” tuturnya.

Baca Juga:  Redam Aksi Provokatif, Polisi Sebar Spanduk Pilkada Damai

Menurut Anies, media sosial menjadi tempat menuangkan gagasan hingga menebar cacian secara bebas tanpa tanggung jawab atas konsekuensinya. Melalui tweet jahat, disebutnya juga efektif mengurangi cacian kepadanya di media sosial.

“Sekarang tanpa sadar, kami kan menyebarkan tweet itu, yang nge-tweet harus tanggung jawab, dan ternyata volumenya menurun,” kata Anies, meski dia tidak menyebut persentasenya.

Hingga kini serial tweet jahat yang telah dipublikasikan belum pernah mendapat respon balik ataupun klarifikasi oleh pihak yang menyebarkan cacian.

“Hanya, dampaknya lumayan banyak mention masuk ke akun media sosial yang bersangkutan,” lanjut Anies. (ms)

Komentar

Berita Lainnya