oleh

Jumlah Positif Covid-19 Terus Meningkat, KNPI Bombana Minta Bupati Buat Trik Baru

BOMBANA, SUARADEWAN.com – Dari zona hijau menuju zona merah tentu bukanlah status wilayah yang diharapkan Satgas dan Pemerintah Kab. Bombana. Maraknya virus COVID-19 ini tentu akan memberikan tugas yang berat buat Satgas Kab. Bombana bagaimana tidak wabah virus ini sudah menjalar ke beberapa Desa di Kab. Bombana.

Jumlah masyarakat Bombana yang terkena COVID-19 selama beberapa hari sudah mencapai 67 dan angka ini diprediksi akan terus meningkat. Pemerintah Kab. Bombana dalam hal ini H. Tafdil selaku Ketua Satgas Kab. Bombana harus mengeluarkan semua trik yang dimiliki untuk memutus mata rantai penyebaran virus COVID-19.

Penjagaan wilayah perbatasan darat sudah dilakukan maksimal sesuai dengan protap akan tetapi tidak dapat mengahalangi wabah Corona Virus ini untuk menjalar di Kab. Bombana mengingat bahwa mayoritas masyarakat yang terpapar adalah orang yang mempunyai riwayat perjalanan laut itu adalah eks penumpang KM Dorolonda dengan kejadian ini kami harapkan ada peningkatan kerja Satgas khusus di pelabuhan-pelabuhan yang ada di Kab. Bombana.

Dengan jumlah positif terbanyak di Sulawesi Tenggara kami mengharapkan ada langkah-langkah yang efektif dan efesien yang harus dilakukan pemerintah seperti memberikan batas sebagai daerah ini aman dengan memasang pengumuman di pinggir jalan di batas Desa atau Kecamatan begitu pun bagi sebagian daerah yang sudah terpapar Corona Virus.

Baca juga  Dinilai Lamban, FP2KP Minta Satgas Covid-19 Bombana Evaluasi Diri

Satgas segera meningkatkan edukasi ke masyarakat tempat keramaian seperti di pasar-pasar yang seharusnya dibuatkan Protap khusus untuk masyarakat melakukan aktivitas jual-beli  karena di Bombana keramaian yang efektif penyebaran virus ini adalah pasar-pasar maka segera lakukan penyemprotan dinsentifektan dan pengunaan masker sudah harus menjadi kewajiban bagi masyarakat Bombana baik yang sakit maupun yang sehat.

Sulharjan (tengah)

Pemerintah Bombana sudah mengeluarkan himbauan kepada masyarakat akan tetapi di beberapa daerah belum disiplin dalam implementasinya sehingga Bupati harus rajin-rajin lagi mengingatkan ke pemerintah Kecamatan maupun Desa agar tegas kepada masyarakat yang KAPATULI dengan himbauan. Dan secepatnya pemerintah Kab. Bombana  untuk mengusulkan ke pemerintah pusat sebagai wilayah memperlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSSB).

Pemerintah juga harus memprioritaskan kebutuhan tenaga medis kita seperti Alat Pelindung diri (APD) ini sangat penting untuk melindungi mereka sudah saatnya Satgas Desa juga dibekali beberapa APD, tiap puskesmas Kecamatan harus menyiapkan stok APD minimal 100 buah. Sementara untuk memastikan warganya betul-betul aman dari paparan COVID-19, maka pihak pemerintah juga harus menghadirkan tes screening baik itu rapid test ataupun swab apusan hidung dan tenggorokan sebanyak banyaknya.

Baca juga  Jalan Rusak Parah, LKPD Sultra Desak Gubernur Hentikan Aktivitas Hauling PT. Jhonlin

Sulharjan sekertaris Umum Komite Nasional Pemuda Indonesia KNPI menyarankan kepada warga Bombana agar menaati anjuran pemerintah selama wabah corona virus berlangsung. Jika tidak, Bombana akan terus pada posisi zona merah dan sulit kembali ke zona hijau peran dan partisipatif masyarakat agar mengurangi aktifitas di luar rumah sangat membantu pemerintah untuk memutus mata rantai penyebaran corona virus di Kab. Bombana.

“Kita semua ingin wabah corona virus ini cepat berlalu biar aktivitas semua kembali normal tanpa ada pembatasan apa pun kepada masyarakat kami selaku pemuda Bombana siap mengabdikan diri untuk Wonua Bombana jika pemerintah membutuhkan partisipasi tenagah dan pemikiran Komite Nasioal Pemuda Indonesia (KNPI) siap,” ujar Sulharjan. (aw)

Komentar