oleh

Jelang Pilpres Perancis, Facebook Gandeng 8 Perusahaan Media Perangi Hoax

PARIS, SUARADEWAN.com – Sebagai antisipasi menjelang pemilihan presiden Perancis tahun ini,  Facebook meluncurkan kampanye baru untuk melawan berita palsu (hoax) dengan menggandeng 8 perusahaan media di Perancis. Facebook mengumumkan bahwa mereka akan bekerja sama dengan 8 perusahaan media Perancis untuk memeriksa fakta dan menyaring artikel yang telah dilaporkan oleh pengguna, Seperti yang diberitakan oleh Reuters, pada hari Senin (6/2).

Kampanye melawan berita hoax ini, facebook bekerjasama dengan 8 Perusahaan media perancis sebagaimana yang diberitakan oleh Reuters, 8 media tersebut adalah: Le Monde, Agence France-Presse (AFP), BFM-TV, Franceinfo, France Médias Monde, L’Express, Libération, dan 20 Minutes. Facebook juga menyatakan, mereka akan mendukung CrossCheck, inisiatif yang memungkinkan pengguna untuk bertanya dan mengumpulkan informasi dari 16 rekan media Prancis.

Menurut Le Monde, salah satu rekan Facebook, kampanye Facebook di Prancis ini mirip dengan inisiatif yang Facebook luncurkan di Amerika Serikat tahun lalu dan di Jerman bulan lalu. Baik Facebook dan Google mendapatkan kritik karena membiarkan berita bohong menyebar selama pemilihan presiden AS. Para pemimpin di Eropa menunjukkan kekhawatiran, penyebaran informasi yang salah juga akan memengaruhi pemilu yang akan diadakan di Eropa.

Baca juga  Indonesia-Perancis Jalin Kerjasama Pertukaran Mahasiswa dan Ilmuwan Muda

Dengan sistem ini, jika sebuah artikel dilaporkan sebagai berita palsu oleh pengguna, ia akan dikirimkan ke portal yang bisa diakses oleh 8 perusahaan media yang menjadi rekan Facebook, lapor Le Monde. Jika setidaknya 2 perusahaan mengonfirmasi bahwa berita itu palsu, lengkap dengan tautan yang mendukung klaim mereka, maka konten itu akan ditandai sebagai berita palsu di News Feed Facebook, lapor The Verge.  Pengguna akan mendapat peringatan sebelum mereka membagikan berita palsu.

Baca juga  Berita Hoax Penculikan Anak Memakan Korban Jiwa

Beberapa media Prancis telah mengadakan program tersendiri untuk melawan berita palsu. Misalnya, Le Monde telah membuat database yang terdiri dari lebih dari 600 situs yang dianggap membuat berita yang tidak bisa dipercaya. Koran Liberation juga berusaha untuk membuat database serupa.

Saat melaporkan tentang program Facebook, Le Monde mengatakan bahwa perusahaan media Prancis sempat ragu untuk bekerja sama dengan media sosial tersebut, karena khawatir program ini akan terlalu memberatkan tim pemeriksa berita palsu mereka.

Namun, pada akhirnya para media tersebut setuju untuk menandatangani program kerja sama ini. Salah satu alasannya karena Facebook berkata algoritma mereka bisa membatasi artikel yang ditandai sebagai berita bohong. (SD)

Komentar