Jejak Kasus-kasus Hukum “Papa Setya Novanto”

Jejak Kasus-kasus Hukum “Papa Setya Novanto”

JAKARTA, SUARADEWAN.com - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Setya Novanto Setnov) diduga ikut menerima aliran dana hasil korupsi pengadaan paket penerapan

Terkait Hak Angket Kasus KTP-El, Ada Beberapa Parpol Kurang Setuju
KPK Diancam Digugat Jika Tak Segera Tahan Setnov
Ketum Hanura: Miryam Akan Dipecat Jika Terbukti Korupsi e-KTP

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Setya Novanto Setnov) diduga ikut menerima aliran dana hasil korupsi pengadaan paket penerapan kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) di Kementerian Dalam Negeri.

Jaksa Penuntut Umum KPK (JPU KPK) menyebut Setnov memiliki peran penting dalam proyek e-KTP, terutama dalam proses penganggaran di DPR.

Setnov bersama pengusaha Andi Narogong, Anas Urbaningrum, dan Nazaruddin menyetujui anggaran proyek e-KTP senilai RP 5,9 triliun

Namun rupanya, nama Ketua Partai Golkar tersebut bukan kali ini saja berurusan dengan perkara hukum. Dari catatan SuaraDewan.com, Setnov beberapa kali terjerat kasus hukum sejak tahun 1999.

Selain kasus hukum, Setnov juga beberapa kali melakukan aksi kontroversial sehingga mendapat kritik dari masyarakat. Akan tetapi ia selalu saja mampu meloloskan diri setiap kasus yang pernah menjeratnya.

Berikut jejak kasus hukum dan aksi kontroversial yang pernah menjerat Setnov:

1999 Pengalihan hak tagih Bank Bali PT Era Giat Prima. Perusahaan milik Setya bersama Djoko Tjandra dan Cahyadi Kumala, mendapat mandat menagih utang Bank Bali kepada Bank Dagang Nasional Indonesia. Imbalannya Rp500 miliar. Pembayaran ini merugikan negara, tapi pengusutannya dihentikan pada 2003.

2003 Penyelundupan beras. Setya diperiksa Kejaksaan Agung pada 27 Juli 2006 karena memindahkan 60 ribu ton beras ke gudang non-pabean yang belum membayar bea masuk sebesar Rp 122,5 miliar.

2006 Penyelundupan limbah. Perusahaan Setnov, PT Asia Pasific Eco Lestari, mengimpor limbah beracun lewat Pulau Galang di Batam dari Singapura.

2012 Proyek PON 2012 .Ia bersaksi untuk tersangka Gubernur Riau Rusli Zainal karena membahas anggaran yang diduga dikorupsi.

2015 Penggeledahan PT Victoria Securities Indonesia. Setnov diduga mengintervensi Jaksa Agung Prasetyo yang menggeledah kantor Victoria Securities International Corporation karena dugaan pelanggaran pembelian aset PT Adyaesta Ciptatama kepada Bank BTN.

2015 Menghadiri Kampanye Donald Trump. Kunjungannya ke Amerika Serikat beberapa waktu lalu memicu polemik di tanah air. Pertemuannya dengan kandidat Presiden Donald Trump menjadi sorotan tajam oleh awak media. Dia dinilai menyalahi kode etik seorang pejabat negara karena tindakannya tersebut. Ketua DPR itu hanya mendapat terguran tertulis dari MKD.

2015 Melobi pembelian pesawat amfibi dari Jepang. Politikus Golkar itu juga disebut melakukan lobi-lobi liar ke Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe di pembelian pesawat amfibi untuk Indonesia dan menyurati Direktur Utama PT Pertamina untuk bayar biaya sewa ke

2015 Papa Minta Saham. Kasus pencatutan nama Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla untuk melobi PT Freeport Indonesia membuat Setnov harus rela melepas jabatannya sebagai Ketu DPR. Setya Novanto secara resmi mengundurkan diri setelah sidang Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI mendakwa dirinya dengan perkara pelanggaran etik pajabat.

Dari serangkain kasus yang pernah menjerat Setnov, belum sekalipun penegak hukum memberikan “gelar” terdakwa terhadap Setnov. Apakah kasus mega korupsi e-KTP yang tengah menjerat politikus Golkar tersebut akan berakhir putusan bersalah terhadap dirinya? (DD)

COMMENTS

DISQUS: