oleh

Janggut Tutankhamun Rusak, Pegawai Museum Mesir Diadili

KAIRO, SUARADEWAN.com – Rusaknya janggut di topeng Raja Mesir Kuno, Tutankhamun, berujung pada diadilinya delapan pegawai museum Mesir di Kairo. Setelah dilakukan penyelidikan, kedelapan pegawai tersebut dianggap telah berlaku sembrono dengan memasang kembali janggut yang patah dengan asal-asalan dan lem murahan. Para tertuduh akan menghadapi dakwan pengabaian dan melanggar standar profesional dan merusak artefak 3.000 tahun itu tanpa hati nurani.

Janggut Raja Tut rusak saat pekerja museum sedang mengganti lampu di lemari pajak dan tidak sengaja menyenggol topeng tersebut, kata Christian Eckmann, konservator German yang dipanggil untuk memeriksa kerusakan tersebut. Menurut Eckmann, pemasangan dengan lem sebenarnya adalah solusi yang baik, hanya saja proses pelekatannya tidak sempurna. Sebab, pelekatan janggut Tutankhamun juga pernah dilakukan sebelumnya. Ia menganggap berita ini terlalu berlebihan.

banner 1285x856

Artefak Tutankhamun dibawa ke Museum Mesir dengan kondisi janggut terpisah pada tahun 1924. Janggut baru dipasang dengan lem pada tahun 1941 dan daya rekatnya sudah jauh berkurang selama 70 tahun, lanjut Eckmann.

Tim ahli konservasi yang dipimpin oleh pakar dari Jerman bekerja untuk memperbaiki kerusakan dan memasang janggut dengan profesional. Setelah sukses direstorasi, topeng itu kembali dipamerkan di musem dan menjadi daya tarik utama wisatawan yang berkunjung ke Mesir. (ZZ)

Komentar

Berita Lainnya