oleh

Jangan Percaya NKRI Model HTI, Itu NKRI yang Dikebiri

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) tak pelak lagi menjadi gerakan politik penghancur Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Hal tersebut secara tegas terlihat dalam ide dan cita-cita membangun sistem Khilafah Islamiyah di Indonesia, bahkan digalakkan ke seluruh dunia.

Mengerti itu, tak salah kemudian ketika banyak negara-negara yang mayoritas berpenduduk muslim (bisa dikatakan sebagai “Negara Islam”), menolak eksistensi Hizbut Tahrir. Kesemua negara tersebut, secara kawasan, berwilayah di Timur Tengah sebagai pusat peradaban Islam masa lalu dan masa kini.

banner 1280x904

Di Indonesia sendiri, gerakan penolakan dan pembubaran HTI semakin galak. Seruan menjaga NKRI, mencegah masuknya dan berkembangnya paham HTI, ISIS, dan lain sebagainya, menjadi alasan relevan mengingat gerakan-gerakan “separatis” ini hanya bergulir memecah belah keutuhan bangsa.

Baca juga  Akhirnya HTI Resmi Dibubarkan Pemerintah

Jika kita berkaca pada kondisi bangsa-bangsa Timur Tengah hari, khususnya di Irak misalnya, pertanyaannya: bersediakah kita sebagai bangsa Indonesia jika harus dipimpin oleh gerakan pemecah-belah seperti HTI ini? Tentu, sebagian besar, menjawabnya TIDAK.

Karena HTI hanya akan merusak fondasi kebangsaan Indonesia, yakni Pancasila, maka tentu yang diharap banyak dari kita adalah perjuangan membela keutuhan bangsa. Entah sebagai rakyat jelata, akademisi, ulama, politisi, semua harus bahu-membahu dalam menjaga NKRI dari rongrongan gerakan seperti HTI.

Baca juga  Ormas Islam yang Anti Pancasila, KH Ma’ruf Amin: Bukan Barisan MUI

Jika ada yang mengatakan bahwa gagasan HTI ini penting di mana Khalifah berposisi sebagai penyatu umat Islam se-dunia, kiranya ini bohong belaka. Sebab, satu dan lain hal, umat Islam hanya akan mampu bersatu karena sikap damai kepada saudara-saudaranya yang berbeda. HTI? Menghalau perbedaan itu.

Untuk lebih jelas, terkait mengapa kita harus menolak keberdaan HTI di Indonesia, berikut ini 10 alasannya:

Komentar