oleh

Jalan Rusak Parah, LKPD Sultra Desak Gubernur Hentikan Aktivitas Hauling PT. Jhonlin

BOMBANA, SUARADEWAN.com — Aktivitas hauling (angkut) Gula mentah (Raw Sugar) milik PT. Jhonlin yang menggunakan dump truck 10 roda dan beroperasi di sejumlah jalan Nasional dan Daerah, semakin mengkhawatirkan dan meresahkan.

Aktivitas Hauling milik PT. Jhonlin tersebut disinyalir menjadi penyebab kerusakan sejumlah ruas jalan dan berpotensi mengakibatkan kerugian negara hingga Ratusan Milliar.

banner 1280x904

Direktur Lembaga Kajian dan Pembangunan Daerah (LKPD) Sultra, Muhammad Arham di Bombana mengecam aktivitas Jhonlin tersebut, yang mengakibatkan kerusakan jalan dan mendesak Gubernur Sulawesi Tenggara untuk turun tangan dan memberikan perhatian khusus pada persoalan ini.

“Saya sangat mengecam ulah Jhonlin ini, sebelum terlalu banyak ruas jalan yang rusak. Gubernur harus secepatnya mengatensi hal ini, jangan di biarkan berlarut-larut. Jika kita tidak mau jalan kita kembali seperti dahulu sebab akses dan jarak tempuh kita akan lambat seperti dulu. Yang terpenting Negara tidak boleh dirugikan dan kalah oleh korporasi,” tegas Arham kepada suaradewan.com, Senin (22/6/2020) di Bombana.

Baca juga  Ketua BADKO HMI Sultra Menduga Ketua DPRD Bombana "Main" Mata dengan Perusahaan Tambang Emas

Pasalnya, kata Arham, ratusan Dump truck 10 roda yang bertolak dari pelabuhan kontainer Kota Kendari, menuju Desa watu-watu Kecamatan Lantari jaya, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara tersebut dengan masif melintas menggunakan sejumlah jalan nasional dan daerah meski dengan bobot di atas maksimal serta melebihi ambang batas kapasitas jalan. Akibatnya, sejumlah ruas jalan mengalami kerusakan parah, di penuhi retakan, serta menimbulkan gelombang-gelombang serta berlubang.

Parahnya, lanjut Arham, kualitas jalan sebaik di sepanjang jalan taman nasional rawa aopa watu moahi (TNRAW), atau yang biasa di sebut jalan PPA yang di kerjakan pihak Australia juga sudah menunjukan kerusakan parah di sejumlah titik atas aktifitas mobil pemuat raw sugar milik PT Jhonlin yang masih masif beroperasi selama 24 jam.

“Bahkan ada yang hancur seperti bubur modelnya. Saya perkirakan bobot truck serta kapasitasnya mencapai hingga 30 Ton sehingga timbul kerusakan dimana-mana, Nilai jalan TNRAW ini mencapai 300 Milliar, kasian kalau rusak secepat ini,” ucapnya

Baca juga  KOMPAK: Polisikan Kontraktor Pelabuhan Paria Desa Mattirowalie

Selain itu, aktifitas hauling PT Jhonlin yang bertolak dari pelabuhan Paria Desa Matirowalie Kecamatan Poleang dan melintasi sepanjang jalan di Kabupaten Bombana, juga menambah daftar kerusakan jalan di sulawesi tenggara.

“Negara kita kalah dengan korporasi. Aktifitas Jhonlin ini sangat merugikan Negara, Kita dukung jhonlin tapi buka seperti ini caranya,” sesal Arham.

Seharusnya, kata Arham, dalam melakukan hauling pihak perusahaan tidak boleh menggunakan jalan nasional, dan Daerah, dengan kata lain pihak perusahaan harus membuat jalan khusus sendiri.

Sementara itu dari pihak Public relation (Humas) PT Jhonlin Batu Mandiri, Sayahral, saat dihubungi awak media ini tidak mengangkat teleponnya maupun memberikan respon balik. (asb)

Komentar