Jadi Korban Gempa, Vokalis Ungu yang Sekaligus Wakil Walikota Palu Ikut Mengungsi

Jadi Korban Gempa, Vokalis Ungu yang Sekaligus Wakil Walikota Palu Ikut Mengungsi

Dalam Enam Dekade Terakhir, Inilah Lima Tsunami Paling Merusak
Ketua DPR RI Desak Pemerintah Untuk Tingkatkan Skala Operasi Bantuan Gempa
Kelaparan, Warga Korban Dampak Gempa dan Tsunami di Donggala Meninggal Dunia

PALU, SUARADEWAN.com – Gempa berkekuatan 7,7 skala richter mengguncang Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah, Jumat (28/9/2018). Wakil Wali Kota Palu, Pasha Ungu, beserta istrinya, Adelia Pasha, juga ikut menjadi korban dahsyatnya bencana alam tersebut.

Karena situasi tempat tinggal belum aman untuk dihuni, Pasha Ungu dan istri pun harus tinggal di pengungsian. Keduanya tidur berbaur bersama warga setempat.

Hal ini diketahui melalui salah satu akun gosip di Instagram. Dalam foto tersebut, keduanya tampak sedang tidur di dalam tenda pengungsian.

Salut sama mas Pasha dan mbak Adel yang ikut berbaur di tenda pengungsian korban gempa dan Tsunami di . Semoga semua saudara saudara kita di Palu di berikan keselamatan dan kesehatan,” tulis akun gosip @lamiscorner, Minggu (30/9/2018).

Baca juga  Doa Klub Paris Saint-Germain untuk Musibah Gempa dan Tsunami di Indonesia

Sigit Purnomo Syamsuddin Said alias Pasha Ungu bersama sang istri, Adelia Pasha. (Instagram – @adeliapasha)

Kesediaan Pasha Ungu dan Adelia untuk tidur di tenda pengungsian pun menuai kagum dari warganet. Doa pun mengiringi keduanya dan seluruh korban bencana gempa dan tsunami di Palu dan Donggala.

Yaa Alloh sedihnya baca berita ini, semoga di beri kekuatan untuk saudara2 ku disana, alfatihah untuk korban yg meninggal,” tulis @lailanurticahya.

alhmdullah 😭 salut sih ama pasya dan istri, banyak bngt artis yg peduli sma dia berarti bener2 orang yg baik klo banyak temenya gini,” tambah @md_baek.

Baca juga  Kerugian dan Kerusakan Gempa dan Tsunami di Sulteng Capai Rp 18,48 Triliun

Belum jelas apa tanggapan Pasha dan Adelia soal foto ini dan komentar warganet. Komunikasi ke Palu sulit via ponsel karena jaringan rusak.

Saat terjadi gempa, kepanikan pun meliputi Adelia Pasha. Karena situasi belum aman, ia sempat bermalam di halaman rumah.

“Masih di halaman rumah. Kayaknya bermalam di luar aja. Enggak berani masuk lagi. Aku sendiri ini karena Mas Pasha kan kerja urus korban gempa. Entar ada gempa susulan bagaimana? Aku merasa masih ada getaran,” ungkap Adelia Pasha, Jumat, (28/9/2018) malam.

Empat anak mereka saat terjadi gempa berada di Bogor.

COMMENTS