JAD Dukung Aksi ISIS di Marawi Fillipina

JAD Dukung Aksi ISIS di Marawi Fillipina

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Jamaah Anshorut Daulah (JAD) yang diduga menjadi otak dibalik teror bom bunuh diri di halte Transjakarta Kampung Melayu, Jak

Densus 88 Tangkap Teroris Asal Jawa Tengah, Pegiat Antiterorisme Tingkatkan Kewaspadaan
Polisi: Semua Pelaku Bom Bunuh Diri Surabaya Satu Keluarga Pengikut JAD-JAT
Inilah Kendala Pemberantasan Terorisme Di Indonesia Menurut Kapolri

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Jamaah Anshorut Daulah (JAD) yang diduga menjadi otak dibalik teror bom bunuh diri di halte Transjakarta Kampung Melayu, Jakarta Timur pada Rabu (24/5) malam lalu, diduga juga memiliki hubungan dengan aksi penyerbuan kota Malawi di Fillipina oleh kelompok teror terafiliasi ISIS di negara tersebut.

Menurut Komandan Densus 99 Banser Nahdlatul Ulama, Nuruzzaman, JAD Indonesia secara khusus memang mendukung aksi kelompok teror terafiliasi ISIS di kota Malawi FIllipina yang sudah menewaskan puluhan orang tersebut.

“Khusus aksi ISIS di Marawi, Filipina, banyak didukung anggota Jamaah Ansoru Daulah (JAD) Indonesia,” kata Nuruazzaman.

Ia menduga aksi tersebut terkait dengan instruksi dari ISIS Internasional yang berpusat di Timur Tengah untuk melakukan aksi teror di sejumlah tempat di berbagai negara.

Baca juga  Teroris Brutal, Presiden Filipina: Saya Akan Makan Hidup-Hidup

Nuruazzaman mengambil contoh lima negara yang sudah mengalami aksi teror oleh kelompok ini, yakni antara lain Amerika Serikat, Irak, Inggris, Fillipina, dan baru-baru ini Indonesia.

Di Amerika Serikat, kelompok teror ISIS Pada Kamis (18/5) minggu lalu melakukan aksi teror dengan menabrak massal kerumunan orang di New York City’s Times Square. Sementara itu di Irak, belum lama ini muncul pula teror dalam bentuk bom bunuh diri.

Adapun di Inggris, pada Senin (22/5) malam beberapa hari lalu juga terjadi aksi bom bunuh diri saat konser musik Ariana Grande di Manchester.

Sedangkan di Fillipina, pada Selasa (22/5) lalu terjadi pernyebuan kelompok terafiliasi ISIS ke kota Malawi yang memancing kontak senjata dengan pihak keamanan Fillipina.

Baca juga  Berikut Identitas 4 Anggota Teroris Tuban

Dan teror yang terkahir, belum lama ini terjadi juga di Indonesia, yakni peledakan bom bunuh diri di halte Transjakarta di Kampung Melayu, Jakarta Timur, Rabu (24/5) malam.

Khusus mengenai aktivitas teror JAD di Indonesia, menurut Nuruazzaman, sejauh ini ada 3 orang yang masih bisa menfatwakan anggota JAD untuk melaukan teror bom, yakni Aman Abdurrahman, Rois Darmawan, dan Brekele alias Mujadid alias Syaiful Anam.

“Tiga orang ini yang masih bisa menfatwakan untuk melakukan amaliyah jihad (teror bom, red). Karena yang bisa menjenguk di penjara hanya keluarga mereka, bisa jadi perintah jihad diberikan melalui keluarganya,” beber Nuruzzaman. (za/tr)

COMMENTS

DISQUS: