Jabat Plt Ketua Umum PPP, Suharso dinilai Inkonstitusional

Jabat Plt Ketua Umum PPP, Suharso dinilai Inkonstitusional

Cegah Kampanye Hitam, RUU Pemilu akan Mengatur Regulasi Kampanye di Media Sosial
PPP Ungkap Kekalahan Ahok Karena Salah Strategi Menjelang Pencoblosan
Sekjen PPP Tantang KPK Buktikan Keterlibatan Nama-nama Penerima Dana Korupsi e-KTP

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Romahurmuziy telah resmi diberhentikan dari Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Melalui Dewan Pertimbangan PPP Suharso Monarfa ditunjuk sebagai Plt Ketua Umum PPP.

Namun, Penunjukan Suharso mendapatkan  tantangan, hal tersebut dinilai inkonstitusional karena bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Partai berlambang Ka”bah.

“Penunjukan Bapak Suharso Monoarfa sebagai Plt Ketum DPP PPP adalah inkonstitusional,” ujar politisi senior PPP Akhmad Muqowam dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (16/3/2019).

Baca juga  PPP Ungkap Alasan Belum Rampungnya Pembahasan RUU Minol

Moqowam mengatakan aturan main Pasal 13 Anggaran Rumah Tangga (ART) PPP. Dalam pasal itu disebutkan dalam hal terjadi kelowongan jabatan Ketum hanya dapat diisi oleh Waketum yang dipilih dalam rapat yang dihadiri pengurus Harian DPP, Ketua Majelis Syariah, Ketua Majelis Pertimbangan, Ketua Majelis Pakar.

Sedangkan Suharso Monoarfa sebelum ditunjuk sebagai Plt Ketum PPP menjabat posisi Ketua Majelis Pertimbangan.

“Pasal 13 tersebut tidak perlu lagi penafsiran atau penerjemahan, artinya lowongan jabatan Ketua Umum yang ditinggalkan oleh Sdr. Romahurmuziy hanya dapat diisi oleh Wakil Ketua Umum, dan karena itu siapapun yang mengisi di luar Wakil Ketua Umum adalah inkonstitusional. Tinggal memilih di antara pejabat Waketum,” papar Muqowam.

Baca juga  DPR Sayangkan Sikap Pemerintah yang Lamban Respon RUU Minol

“Di luar nama-nama tersebut, secara politik akan menghadirkan pro-kontra lagi, baik dari kalangan internal maupun eksternal PPP, mengingat konflik PPP beberapa waktu yang lalu, juga akibat pelaksanaan organisasi yang cenderung tidak mentaati AD/ART PPP,” sambungnya.

COMMENTS