oleh

Ini Alasan Ibadah Haji dan Umroh Tahun 2020 Ditiadakan

JAKARTA, SUARADEWAN.com — Kementerian Agama (Kemenag) jelaskan Pemerintah Arab Saudi belum membuka akses untuk ibadah haji dan umroh dikarenakan pandemi Covid-19 yang mewabah di dunia. Untuk itu, Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi menyatakan tidak akan memberangkatkan jamaah haji dan umroh pada tahun ini.

Fachrul Razi mengatakan keputusan itu dibuat demi keutamaan menyelamatkan jamaah haji dari Indonesia agar tidak tertular virus covid-19.

banner 1280x904

Ia mengakui bahwa keputusan ini sangat sulit. Namun hal itu bertujuan untuk kebaikan jamaah Indonesia.

Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi memastikan bahwa keberangkatan jamaah haji pada penyelenggaraan ibadah haji tahun 1441 Hijriyah atau 2020 Masehi dibatalkan. Kebijakan ini diambil karena pemerintah harus mengutamakan keselamatan jamaah di tengah pandemi virus corona atau Covid-19 yang belum selesai.

Baca juga  Naik Haji (bukan) Hanya Untuk Orang Yang Mampu

“Saya hari ini telah menerbitkan Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 494 Tahun 2020 tentang Pembatalan Keberangkatan Jamaah Haji pada Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1441 H/2020 M,” kata Menag dalam telekonferensi di Jakarta, Selasa (2/6).

Menag mengatakan, sesuai amanat undang-undang (UU), persyaratan melaksanakan ibadah haji selain mampu secara ekonomi dan fisik, harus memperhatikan kesehatan, keselamatan, dan keamanan jamaah haji yang harus dijamin serta diutamakan. Artinya, harus dijamin keselamatan dan keamanan jamaah sejak dari embarkasi atau debarkasi, dalam perjalanan, dan saat di Arab Saudi.

Menag menegaskan, keputusan pembatalan penyelenggaraan haji ini sudah melalui kajian mendalam. Pandemi Covid-19 yang melanda hampir seluruh negara di dunia, termasuk Indonesia dan Arab Saudi, dapat mengancam keselamatan jamaah haji.

Baca juga  Pergi Haji Adalah Kebanggaan Orang Bugis

“Agama sendiri mengajarkan, menjaga jiwa adalah kewajiban yang harus diutamakan. Ini semua menjadi dasar pertimbangan dalam menetapkan kebijakan,” ujarnya.

Kemenag telah melakukan kajian literatur serta menghimpun sejumlah data dan informasi tentang haji saat pandemi pada masa-masa lalu. Didapatkan fakta bahwa penyelenggaraan ibadah haji pada masa terjadinya wabah menular telah mengakibatkan tragedi kemanusiaan dengan puluhan ribu jamaah haji menjadi korban.

Video Editor | Fian Firatmaja: Republika

Komentar