oleh

Industri Morowali Targetkan Produksi Stainless Steel 3 Juta Ton

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Kawasan industri Morowali, Sulawesi Tengah ditargetkan akan menghasilkan stainless steel hingga tiga juta ton per tahun mulai 2018. Pada tahun 2017, kawasan tersebut menargetkan produksi hingga dua juta ton.

Kapasitas produksi bisa meningkat karena beberapa industri pengolahan dan pemurnian (smelter) berbasis nikel di kawasan tersebut telah menyatakan minat perluasan usaha dalam waktu dekat.

banner 728x419

Demikian disampaikan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto seusai bertemu dengan Chairman Tsingshan Holding Group China, Xiang Gangda serta Duta Besar Republik Rakyat China (RRC) untuk Indonesia, Xie Feng.

Turut hadir pada pertemuan tersebut, Dirjen Ketahanan dan Pengembangan Akses Industri Internasional (KPAII) Harjanto serta delegasi dari Bintang Delapan Group, PT Sulawesi Mining Investment dan PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP).

“Selain melaporkan mengenai rencana ekspansi stainless steel, mereka juga ingin memproduksi carbon steel. Untuk itu, mereka meminta beberapa fasilitas insentif seperti kemudahan impor tujuan ekspor (KITE) dan masterlist peralatan industri,” papar Airlangga di Jakarta, Jumat (3/3/2017).

Dirjen Ketahanan dan Pengembangan Akses Industri Internasional (KPAII) Harjanto menyampaikan, kawasan yang dikelola oleh PT IMIP tersebut juga meminta agar ditetapkan sebagai obyek vital nasional.

Diharapkan, status tersebut dapat memberikan jaminan keamanan dan kelancaran bagi investasi dan kegiatan produksi industri, termasuk perlindungan para karyawan.

“Karena investasi mereka cukup besar. Misalnya untuk investasi produksi carbon steel sebanyak 4-5 juta ton per tahun, diprediksi mencapai 4 hingga 5 miliar dollar AS,” ungkapnya.

Merujuk data PT IMIP, proyek baru di kawasan industri Morowali yang dilaksanakan pada tahun 2017-2018, antara lain pabrik stainless steel PT Sulawesi Mining Investment untuk kapasitas produksi stainless steel sebesar satu juta ton per tahun dengan nilai investasi mencapai 62 juta dollar AS.

Selanjutnya, PT IMIP akan membangun PLTU dengan kapasitas 2×350 MW senilai 500 juta dollar AS. (ET)

Komentar