oleh

Indonesia Sudah Resesi? Ini 5 Faktanya

JAKARTA, SUARADEWAN.com — Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2020 adalah pertumbuhan ekonomi yang terburuk sejak 1999. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2020 mencapai minus 5,32%.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan kontraksi yang lebih dalam ini terendah sejak tahun 1999 yang mana ekonomi minus 6,13% pada triwulan I. Kala itu, ekonomi Indonesia minus 6,13%.

banner 1280x904

“Kalau kita melacak kembali kontraksi 5,35% ini terendah sejak triwulan satu tahun 1999 ini mengalami kontraksi minus -6,13%,” kata Suhariyanto.

Kondisi ini membuat Indonesia di ambang jurang resesi, Sebab, jika pertumbuhan ekonomi kuartal III kembali mengalami minus, Indonesia sudah bisa dinyatakan resesi.

Berikut adalah fakta mengenai resesi ekonomi yang sempat dirangkum, Minggu (16/8/2020).

1. Secara Teknikal Indonesia Resesi

Ekonom Core Piter Abdullah menilai Indonesia secara teknikal sudah bisa mengalami resesi. Hal ini karenakan ekonomi terus mengalami tekanan pada kuartal II dan akan terjadi di kuartal III.

“Resesi adalah kenormalan baru di tengah wabah. Wabah terhadap perekonomian sangat besar terhadap perekonomian global dan masing-masing negara. Bahkan secara teknikal sesungguhnya kita sudah resesi,” kata Piter Abduulah, di Jakarta, Kamis (13/8/2020).

2. Resesi Terjadi di Banyak Negara

Baca juga  THR Tahun Ini Hanya Untuk ASN Eselon III Kebawah, DPR: Bantu Ekonomi Negara

Piter mengatakan, resesi berpotensi terjadi di semua negara. Beberapa negara secara official sudah dinyatakan resesi. Apalagi, beberapa negara akan menyusul, termasuk indonesia.

“Fokus pemerintah sebaiknya menanggulangi wabah dan meningkatkan ketahanan masyarakat dan dunia usaha. percepat realisasi semua program stimulus yang sudah direncanakan,” imbuhnya.

3. Krisis Ekonomi Dunia Terparah

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan krisis perekonomian dunia saat ini merupakan yang terparah sepanjang sejarah. Saat ini semua negara baik negara miskin, negara berkembang, termasuk negara maju, semuanya sedang mengalami kemunduran karena terpapar Covid-19.

Dia menyebut akibat pandemi virus corona atau Covid-19 yang melanda seluruh negara membuat perekonomian berjalan macet atau hang.

“Ibarat komputer, perekonomian semua negara saat ini sedang macet, sedang hang. Semua negara harus menjalani proses mati komputer sesaat, harus melakukan re-start, harus melakukan re-booting. Semua negara mempunyai kesempatan men-setting ulang semua sistemnya,” kata Jokowi saat menyampaikan pidato dalam Sidang Tahunan MPR, Jumat (14/8/2020).

4. Kuartal III Diproyeksi Negatif

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan berdasarkan data analisis pihaknya, perekonomian Indonesia pada kuartal III minus 1%. Kemudian, akan mengalami tumbuh positif pada kuartal-IV yang diproyeksi sebesar 1,38% dan secara keseluruhan perekonomian Indonesia tahun 2020 minus 0,49%.

Baca juga  Rupiah Terus Melemah, DPR Ingatkan Pemerintah Lakukan Antisipasi

“Kita perlu memompa lagi di kuartal III karena itu penentuan bagi kita. Pemerintah telah membelanjakan dari Rp2.700 triliun dari anggaran yang sudah disiapkan termasuk anggaran PEN. Sampai dengan bulan Juni sudah membelanjakan Rp1.000 triliun, sehingga tentu dalam kuartal III dan IV diharapkan bisa membelanjakan Rp1.700 triliun,” kata Airlangga saat menghadiri Rakornas Apindo 2020 secara virtual, Rabu (12/8/2020).

5. Harus Optimistis

Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan ada kemungkinan Indonesia terperosok ke jurang resesi pada kuartal-III 2020. Namun, kini pihaknya sedang berupaya sekuat tenaga agar Indonesia tak dilanda resesi.

“Kemungkinan resesi itu ada saja, tapi kita juga harus optimis. Kalau sekarang minus 5,32, sekarang kita kerja keras betul-betul, kalau bisa nol,” kata Luhut saat menghadiri Rakornas Apindo 2020 secara virtual, Kamis (13/8/2020).

Dia menilai ada tiga jurus agar Indonesia terbebas dari resesi, penggunaan APBN, stimulus, dan keinginan investor lokal untuk berinvestasi. Dirinya berharap para pengusaha domestik untuk tak ragu menanamkan modalnya di Tanah Air. (oz)

Komentar