oleh

Ikuti Tes Kemampuan Dasar, Ribuan TKS Kota Tangsel Telan Kekecewaan

TANGSEL, SUARADEWAN.com – Ribuan Tenaga Kerja Sukarela (TKS) Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) harus menelan kekecewaan, lantaran pada saat mengikuti Tes Kemampuan Dasar (TKD) bagi non PNS di Gedung Universitas Terbuka Convention Center (UTCC), tidak dapat mengakses aplikasi CBT Mobile dengan lancar, pada Selasa (14/11/2017).

Ditemui disela-sela tesnya, Fajar (30) salah satu tenaga honorer di Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Tangsel menilai fasilitas yang digunakan oleh pihak Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) serta Universitas Padjajaran Bandung (Unpad) tidak memenuhi kapasitas yang dibutuhkan.

banner 728x419

“Mungkin ini karena fasilitasnya yang tidak memadai, karena yang masuk ribuan. Ini kan tidak pakai data (quota) pribadi, tapi pakai hotspot. Informasi yang diberikan juga hanya bawa smartphone, dan download aplikasinya saja. Saya mencobanya sejak pukul 10.00 WIB, tapi belum bisa. Masuk sekali setelah itu eror lagi,” katanya.

Baca Juga:  Aplikasi SIMANJA DPU Tangsel Dijadikan Materi Peserta Diklat PIM Lubuk Linggau

Ditempat yang sama, Ketua Forum Honorer Indonesia kota Tangsel Achmad Sofyan menekankan, agar Pemkot Tangsel dapat mengambil langkah tepat guna menyelesaikan persoalan TKD.

Ketua Forum Honorer Indonesia kota Tangsel Achmad Sofyan

“Kita semuanya sudah mengikuti peraturan dan prosedur, khusus Kepala BKPP Tangsel untuk segera menyelesaikan masalah ini. Ini sangat memalukan untuk wilayah lain, ini saya anggap gagal, karena sudah beberapa kali eror. Setiap sudah dipertengahan soal eror lagi, harusnya dipersiapkan dari awal, ini belum ada persiapan tapi memakan anggaran besar,” tekannya.

Baca Juga:  DBPR Kota Tangsel Gelar Bimtek Penyusunan Peta Tematik Kelurahan di Kecamatan Setu

Sementara, Kepala Bidang Pendayagunaan, Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan kota Tangsel, Appgraid Purwanto menjelaskan, dengan diadakannya TKD kepada sebanyak 3.600 TKS ini bertujuan untuk pimpinan melihat kemampuan dasar pegawai honorer.

“Untuk masalah server ini nanti kita cek, yang sudah selesai berapa orang karena tidak semuanya bermasalah, ada beberapa pegawai honorer bisa mengakses aplikasi dan menjawab soal- soal. Untuk pegawai honorer yang belum dan tidak bisa mengakses aplikasi, kata Purwanto nanti pihaknya yang akan menyambangi ke setiap SKPD atau mengadakan disuatu tempat yang baru,” jelasnya. (fn)

Komentar

Berita Lainnya