oleh

IKAMI SULSEL Akan Gelar RAPIMNAS ke XVII, Isu The Next JK Jadi Point Penting

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Pengurus Besar Ikatan Kekeluargaan Mahasiswa/Pelajar Indonesia Sulawesi Selatan (IKAMI SULSEL) akan kembali menggelar Rapat Pimpinan Nasional (RAPIMNAS) ke XVII yang direncanakan akan dilaksanakan pada tanggal 25 April 2018 mendatang di Kendari, Sulawesi Tenggara.

Menurut ketua panitia Rapimnas ke XVII, Amir Wata, segala sesuatu kesiapan teknis dan lain-lainnya telah berjalan dengan 70%, dengan agenda konsolidasi kembali cabang-cabang IKAMI SULSEL se-Indonesia, termasuk mengevaluasi status cabang yang aktif maupun tidak aktif.

banner 1280x904

“Persiapan yang telah dilakukan saat ini sudah berjalan dengan 70 %,  dengan agenda Rapimnas ini akan mengundang cabang-cabang se-Indonesia.  Dalam agenda tersebut akan menentukan status kepersertan cabang-cabang yang akan ikut dalam Munas ke depan, sekaligus penentuan tuan rumah Munas IKAMI SULSEL,” ucap Amir Wata saat dikonfirmasi SuaraDewan di Jakarta, Minggu (01/04/2018).

Selain itu, menurut mantan Ketua Ikami Sul Sel Cabang Ciputat ini, agenda RAPIMNAS juga akan mengundang sejumlah tokoh-tokoh nasional. Hal tersebut, lanjutnya, juga telah dikonfirmasi oleh beberapa staff pimpinan negara baik di eksekutif maupun di legislatif.

Baca juga: Menpora : Ikami Sulsel Mengobarkan Spirit Memajukan Bangsa

Selain agenda mempermantap status cabang, tentu saja hal yang paling tak kalah pentingnya adalah bagaimana membincangkan persoalan kepemimpinan nasional pasca Jusuf Kalla yang berasal dari tokoh Sulawesi Selatan. Kabid OK PB IKAMI SULSEL, Kaharuddin menjelaskan the next leadership pasca Jusuf Kalla harus menjadi isu penting. 

“Dalam Rapimnas juga akan membahas tokoh-tokoh pasca JK dalam kancah nasional. Karna bagaimana pun juga IKAMI SULSEL adalah organisasi paguyuban yang memiliki cabang di hampir semua kota-kota besar di NKRI ini,” pungkas Kahar.

Maka dalam momentum RAPIMNAS ini juga kira-nya akan membahas tokoh-tokoh nasional berketurunan Bugis, Makassar, Toraja dan Mandar yang memiliki ketokohan yang kuat, yang akan menjadi cawapres mendampingi capres, mewakili tokoh di luar Jawa.

“Kita ketahui bersama dalam belakangan ini terjadi banyak nya intoleran dan isu kebinekaan, sehingga penting para capres mengandeng wapres dari timur.” tutup mantan Ketua Umum Cabang Jambi ini. (aw)

Komentar