IDN: Bersih-Bersih KPK Dari Kelompok Taliban

IDN: Bersih-Bersih KPK Dari Kelompok Taliban

KPK Diharapkan Usut Koorporasi Penerima Dana Korupsi e-KTP
DPR Minta Jokowi Cabut Pencekalan Setya Novanto
Partai Demokrat Bahas Pencegahan Korupsi Dengan KPK

JAKARTA, SUARADEWAN.com  –  RUU KPK telah diketuk palu, seiring dengan gelombang aksi dan penolakan yang terus bergulir. Meski mendapat respon negatif dari berbagai kalangan, RUU KPK sudah tak dapat dianulir kecuali melewati beberapa tahapan judicial review.

Pertanyaan yang terbesar adalah apakah dengan RUU KPK itu melemahkan posisi KPK atau memperkuat posisi KPK? Sebagai lembaga yang termasuk sebagai anak kandung dari Reformasi, KPK telah melakukan banyak penyelamatan terhadap uang negara.

Tapi, apakah korupsi di negeri ini sudah hilang atau semakin sedikit? Direktur Eksekutif Indonesian Democracy Network, Amir Wata, menilai korupsi yang ditangani oleh KPK sekarang itu justru membuka bobrok kinerja KPK.  Dan korupsi di negeri justru semakin terlihat telanjang di publik.

Baca juga  KPK Ingin Delik Korupsi diluar KUHP

Menurut Amir, ada yang perlu dibenahi didalam tubuh KPK itu sendiri, baik dari sistem, personel, maupun pola rekruitment.

“KPK sebagai lembaga dengan supervisi yang begitu besar, bukan berarti tanpa kritik. Wajarlah KPK dipuji-puji oleh LSM—LSM yang concern terhadap isu korupsi, karena lembaga itu hidup dari hasil KPK. Citra KPK kuat karena ada propaganda lembaga civil society seperti ini,” kata Amir Wata dalam wawancaranya di Jakarta, Senin (30/09/2019).

Mahasiswa pascasarjana Ganesha Jakarta ini menilai, sistem yang selama ini digunakan KPK yang paling urgensi dilakukan pembenahan. Menurutnya, OTT yang hampir kita liat tiap hari di televisi seakan-akan membuka bobrok KPK itu sendiri.

“Sebab, OTT yang hanya ratusan juta atau bahkan yang hanya puluhan juta, ini bukan bagian dari pemberantasan korupsi yang kita inginkan. Sangat tidak fair, KPK melakukan OTT seperti itu. Sementara masih banyak kasus korupsi yang jauh lebih besar yang harus didobrak oleh KPK,” pungkas Direktur IDN, Amir Wata.

Baca juga  KPK Perpanjang Masa Penahanan 4 Tersangka Suap MK

KPK perlu diperkuat dengan melakukan bersih-bersih dalam internal KPK. Beberapa penyidik bahkan terindikasi dengan pemahaman radikal, yang hasilnya memiliki pandangan yang berbeda dari cita mulia bangsa ini.

“Bersihkan KPK dari sekelompok orang-orang yang terpapar radikalisme. Mereka sudah terlalu lama menghuni di tubuh lembaga yang kita cintai ini. Mereka merusak sistem dan cita-cita reformasi,” papar Amir  dalam kegiatan Diskusi Publik SaveKPK, Lawan Korupsi, Lawan Radikalisme dalam Internal KPK. (aw)