HM Prasetyo: Jaksa Agung Siap Bantu KPK Tangani Kasus Korupsi E-KTP

HM Prasetyo: Jaksa Agung Siap Bantu KPK Tangani Kasus Korupsi E-KTP

JAKARTA, SUARADEWAN.com - Jaksa Agung Muhammad Prasetyo mengatakan bahwa pihaknya akan membantu Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam menangani kas

Fadli Zon Minta Jaksa Agung Diganti
Harry Tanoe Deklarasi Dukung Jokowi, Jaksa Agung: Proses Hukum Kasusnya Jalan Terus
Pengamat Nilai Jaksa Agung Layak Di-reshuflle

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Jaksa Agung Muhammad Prasetyo mengatakan bahwa pihaknya akan membantu Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam menangani kasus korupsi pengadaan e-KTP (kartu tanda penduduk elektronik) jika dibutuhkan. “Tentu kami siap (membantu),” ujarnya di Kantor Kejaksaan Negeri Bojonegoro, Jumat, 10 Maret 2017.

Menurut dia, KPK sudah mempunyai fungsi berupa supervisi dan koordinasi antarpenegak hukum. Selain itu, sekarang ini sudah ada perjanjian dengan tiga penegak hukum, yaitu polisi, jaksa, dan KPK. Dengan demikian, alur kerja dan juga tupoksinya sudah jelas. “Kan sudah dimulai,” kata dia menambahkan.

Terkait jumlah penyidik di KPK yang terbatas, sementara kasus e-KTP besar dan melibatkan banyak orang, menurut Prasetyo, hal itu tergantung KPK. Yang terpenting, antar-penegak hukum, tentu ada koordinasi. Selain itu, di KPK juga ada anggota sekaligus penyidik dari Kejaksaan.

Prasetyo menambahkan, jika Kejaksaan ikut melakukan penyidikan kasus e-KTP justru dikhawatirkan akan saling tumpang-tindih. Hal itu berbeda jika KPK yang secara resmi menggandeng Kejaksaan untuk ikut menangani perkara tersebut. Selain itu, kata dia, lebih tepat jika dua lembaga saling berkoordinasi. “Intinya kami siap jika dibutuhkan,” ucapnya.

Sebelumnya, peneliti dari Divisi Investigasi Indonesia Corruption Watch (ICW), Lais Abid, mengatakan ada niat jahat dalam korupsi e-KTP yang melibatkan Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri Irman serta mantan pejabat pembuat komitme, Sugiharto.

Lais menuturkan korupsi mega proyek ini sudah bergulir sejak enam tahun lalu. Sebelum diusut oleh KPK, kasus ini pernah ditangani oleh Kepolisian RI dan Kejaksaan Agung. Menurut Lais, seharusnya korupsi e-KTP ini sudah bisa dicegah sejak awal. Faktanya, kata Lais, ICW pernah meminta pengawalan proyek e-KTP ini pada Kementerian Dalam Negeri, tapi tidak diindahkan. (ET)

COMMENTS

DISQUS: