oleh

Historis Politik Indonesia Terbagi Menjadi 3 Varian Sejak Awal Reformasi

banner-300x250

JAKARTA, SUARADEWAN.COM – Secara historis politik indonesia ini masih berada di pembelahan politik yg tak berubah. Sejak awal reformasi, konflik politik terbagi menjadi 3 varian. Hal tersebut disampaikan oleh Pengamat Politik UKI Sidhartahta Muhktar di D Hotel, Jakarta, Sabtu (17/2).

Ia melanjutkan, tiga varian politik ini memiliki kecenderungan yang berbeda, sehingga yang tak disangka-sangka menurutnya adalah muncul varian politik lainnya dengan lahirnya Islam versi yang dibawah oleh Habib Rizieq Shihab (HRS).

“Pertama, adalah varian politik yang mendukung Habibi yang terdiri dari orang-orang orde baru. Kedua varian politik megawati yang cenderung melakukan politik oposisi. Ketiga adalah varian poros menengah yang diusung oleh Amin Rais dan dimenangkan oleh poros menengah,” pungkas Sidhartahta.

Baca juga  Hadapi Kelompok Anti Demokrasi Dengan Demokratis Ala Gus Nuril

“HRS dalam varian yg berbeda, yakni Islam dengan warna yang berbeda,” tambahnya,  Sabtu (18/2). Sidhartahta kemudian mengatakan dalam sisi politik dilihat dari sisi political developmentnya. Harusnya ada pembangunan politik yang baik.

Oleh karena itu kehadiran HRS di dalam negeri sangat penting. Masyarakat Indonesia dalam tingkat tertentu mendapat trauma. Sehingga kita butuh suasana harmoni,  jadi kedatangan HRS harus menyampaikan isu harmoni.

Baca juga  Kotak Kosong Menang, Fahri Hamzah: Pertanda Elite Dipermalukan Rakyat

“Kita harus membangun demokrasi yang rule of law, artinya fanatisme dan radikalisme bukan hal yang baru di negara demokrasi ini, di negara maju saja isu ini juga berkembang. Tunjukkan bahwa indonesia ini sebagai negara hukum dulu. Baru dalam proses kepala negara memberikan pembatasan dan keputusan,” tutupnya (af)