oleh

Hati-Hati Kena Fitnah Politik Soal Sholat Jenazah

Informasi Hoax Soal Sholat Jenazah di Media Sosial Facebook

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Di media sosial Facebook sedang ramai dibicarakan mengenai fitnah sholat jenazah. Sebuah akun yang bernama Yanto mengunggah foto editan dengan keterangan yang meyatakan bahwa salah satu pendukung paslon Gubernur DKI Jakarta mengedit foto beberapa orang yang sedang melakukan shalat berjama’ah dengan keterangan foto bahwa mereka sedang melakukan shalat jenazah.

Namun sayangnya, akun dengan nama Yanto itu hanya menampilkan foto yang sudah diedit tanpa menjelaskan darimana sumber foto tersebut, sehingga tidak diketahui siapa sebenarnya yang mengedit foto itu. Malangnya, foto yang tidak jelas sumbernya ini sudah sudah dibagikan lebih dari seribu kali oleh netizen.

banner 728x419

Supaya informasi tersebut agar tidak berkembang menjadi fitnah di masyarakat, sebuah organisasi Masyarakat Anti Hoax Indonesia (MAFINDO) melakukan penelusuran dan membuat klarifikasi atas informasi tersebut.

Berdasarkan hasil penelusuran MAFINDO, foto asli dari foto editan tersebut adalah foto ketika Presiden Jokowi yang saat itu masih menjadi calon presiden menjadi imam shalat Dzuhur bersama di masjid Al-Ikhlas di Ringinagung, Magetan, Jawa Timur. Klarifikasi itu didapatkan dari pemberitaan media online Tempo pada Selasa (1/4) dengan judul berita ‘Rombongan Guru Dukung Jokowi Jadi Calon Presiden’.

Sementara itu, ada juga postingan lain yang cukup ramai dibahas di sebuah grup Facebook. Akun yang bernama Ali Anggara memposting sebuah gambar dengan klaim yang menuduh bahwa salah satu pendukung pasangan calon Gubernur DKI Jakarta melakukan sholat jenazah dengan ruku.

Setelah ditelusuri, gambar yang diunggah oleh Ali Anggara itu ternyata merupakan screenshot dari sebuah video yang berjudul “Shalat Jenazah Pake Ruku’? (Ceramah Kocak Cara Sholat Jenazah)” dan diupload di Youtube oleh akun Yufid.TV – Pengajian & Ceramah Islam pada 29 November 2015.

Jadi kedua foto berserta informasi yang diunggah oleh kedua akun Facebook bernama Yanto dan Ali Anggara itu, dapat dipastikan tidak benar atau palsu alias hoax. (ZA)

Komentar

Berita Lainnya