Hary Tanoe, Dari Bisnis Ke Politik

Hary Tanoe, Dari Bisnis Ke Politik

JAKARTA, SUARADEWAN.com - Nama Hary Tanoesoedibjo banyak dikenal sebagai pengusaha sukses di Indonesia. Kesuksesannya di dunia usaha membuatnya didaul

Perindo Menegaskan Kembali Dukungannya pada Jokowi di Pilpres 2019
Polri: Penetapan Tersangka Hary Tanoe Sesuai Aturan, Tak Ada Muatan Politik
Terbitkan SPDP, Polisi Tetapkan Hary Tanoe sebagai Tersangka

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Nama Hary Tanoesoedibjo banyak dikenal sebagai pengusaha sukses di Indonesia. Kesuksesannya di dunia usaha membuatnya didaulat oleh majalah bisnis dan ekonomi termuka dunia Forbes, sebagai salah satu miliarder di Asia. Sebelumnya, pada tahun 2011 Forbes juga memasukkan namanya sebagai salah satu dari 12 orang terkaya di tanah air.

Saat ini Hary Tanoe tercatat sebagai pemilik sejumlah perusahaan kenamaan. Salah satunya adalah perusahaan media PT Media Nusantara Citra Tbk atau MNC Group yang merupakan group bisnis terbesar di Indonesia yang menaungi media TV, radio dan media cetak seperti majalah dan koran.

Beberapa kalangan menganggap kesuksesan suami Liliana Tanoesoedibjo dalam dunia bisnis, terutama industri media terletak pada kecakapannya dalam mengelolah perusahaan serta lihai dalam melihat setiap peluang bisnis yang ada.

Karir Politik

Lulusan Carleton University, Ottawa ini semakin meroket setelah memutuskan terjun ke dunia politik. Karir politiknya dimulai saat bergabung dengan partai Nasdem dan langsung menduduki posisi strategis sebagai Ketua Dewan Pakar dan juga Wakil Ketua Majelis Nasional pada tahun 2011.

Kiprahnya di partai besutan Surya Paloh tersebut hanya berlangsung selama dua tahun. Ia memutuskan keluar dengan alasan idealisme. Dan hanya dalam hitungan hari pasca pengunduran dirinya di Nasdem, Hary Tanoe memutuskan untuk melanjutkan karir politiknya bersama partai Hanura.

Di Hanura ia menjabat sebagai Ketua Dewan Pertimbangan partai. Di tahun yang sama, ia bersama dengan ketua Hanura Wiranto mendeklarasikan diri sebagai calon dan wakil calon presiden 2014. Namun harapan untuk ikut bertarung dalam Pilpres 2014 tidak terlaksana karena suara yang didapatkan Hanura di pileg tidak memungkinkan bagi pasangan tersebut untuk maju.

Ayah dari lima anak tersebut kemudian keluar dari Hanura dan lebih memiilih mendirikan partai sendiri bernama Partai Persatuan Indonesia (Perindo) yang dideklarasikan pada 7 Februari 2015.Hary

Hary Tanoe dan Trump

Pada 20 Maret 2017, majalah Forbes melakukan wawancara ekslusif dan memajang wajah Hary Tanoe di sampul majalah edisi spesial miliuner majalah bisnis dan ekonomi tersebut.

Dalam wawancara tersebut, Hary Tanoe mengakui bahwa sosok Trump tidak bisa dilepaskan dari kesuksesannya dalam menjalankan bisnisnya hingga mencapai puncak kejayaannya selama lebih satu dasawarsa terakhir ini.

Sehingga tidak salah jika sosoknya dianggap memiliki kemiripan dengan Presiden baru Amerika Serikat tersebut. Forbes menyebut, perjalanan karir Hary Tanoe dari dunia bisnis yang kemudian merambah ke dunia politik sama dengan yang dilakukan oleh Trump.

Baik Hary Tanoe maupun Trump sama-sama mengembangkan bisnis di sektor real estate dan industri televisi dan sama-sama memiliki ketertarikan pada dunia pilitik.

Kesuksesan Ketua Umum Perindo tersebut diprediksi akan semakin cemerlang di dunia politik. Dengan modal kapital serta pengusaaan atas media, bukan musthil jika di masa depan Hary Tanoe bersama mesin politiknya akan mampu memenangi setiap kontestasi politiknya.

“Dalam waktu 10 tahun, saya pikir saya akan memimpin negara ini,” sebut Hary Tanoe dalam wawancara dengan Forbes, Senin (20/3/17). (DD)

COMMENTS

DISQUS: