oleh

Hari Raya Nyepi, Masjid-Masjid di Bali Kumandangkan Adzan tanpa Toa

banner-300x250

DENPASAR, SUARADEWAN.com — Untuk menghormati umat Hindu Bali yang sedang melaksanakan Nyepi, Sabtu (17/3) Adzan di sejumlah masjid besar Provinsi Bali, seperti Masjid Muhammad di Jalan Imam Bonjol Nomor 335 Denpasar Barat dan Masjid Agung Sudirman di Jalan Slamet Riyadi Kota Denpasar tidak menggunakan pengeras suara atau toa selama sehari penuh.

“Adzan tetap berkumandang, namun tidak menggunakan pengeras suara,” kata ta’mir Masjid Agung Sudirman, Baikuni Hasyim, Jumat (16/3).

Baikuni mengatakan umat Islam dan Hindu di Bali, khususnya Kota Denpasar sangat menjaga kerukunan antarumat beragama. Toleransi ini sudah terjaga selama puluhan tahun sampai sekarang.

Baca juga  Warga Muslim Perancis Berhasrat Ada 4.400 Masjid di Negaranya pada Tahun 2020

Baca juga: Toleransi di Indonesia Sudah Sangat Mendarah Daging

Pelaksanaan Nyepi di Bali beberapa kali juga jatuh pada Hari Jumat di mana semua umat Muslim melaksanakan Shalat Jumat. Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Bali menyepakati ibadah Shalat Jumat tetap berjalan seperti biasa dengan menyesuaikan situasi Nyepi.

Ta’mir Masjid Muhammad, Hendra mengungkapkan hal sama. Adzan di masjid tetap dikumandangkan oleh muazin di masjid lima waktu sehari semalam. “Adzan tetap ada, namun kami tidak menggunakan pengeras suara di atas,” ujarnya.

Baca juga  Usai Dilantik Nanti, Anies Baswedan Janji Akan Kelola Toleransi di Ibukota

Seluruh umat Hindu Bali melaksanakan Catur Brata Penyepian, yaitu amati geni (tidak menghidupkan sumber cahaya), amati karya (tidak beraktivitas atau bekerja), amati lelungan (tidak bepergian ke luar rumah), dan amati lelanguan (tidak mendengarkan hiburan). Majelis agama dan keagamaan di Bali bahkan tahun ini menyepakati pemutusan sementara koneksi jaringan internet selama pelaksanaan Nyepi. (rep)