oleh

Hari Ini 30 Kepala Suku Di Papua Naik Haji Atas Undangan Raja Arab

BEKASI, SUARADEWAN.com – Sebanyak 30 orang kepala suku di Provinsi Papua dan Papua Barat berkesempatan menunaikan ibadah haji tahun 2017 ini. Kesempatan tersebut diberikan atas undangan khusus Kerajaan Arab Saudi.

30 Orang Kepala Suku tersebut dijadwalkan berangkat ke tanah suci hari ini (21/8), sebelum berangkat para kepala suku melaksanakan rangkaian kegiatan seperti melaksanakan manasik haji di Pesantren Al Fatih Kaffah Nusantara (AFKN), Bekasi, Jawa Barat (20/8).

banner 1280x904

Presiden AFKN, Ustaz Fadhlan Gharamatan menjelaskan, bapak-bapak kepala suku ini selain mewakili Papua juga mewakili Indonesia atas undangan Kerajaan Saudi Arabia.

“Nama-nama kepala suku ini telah diajukan beberapa tahun sebelumnya melalui Kedutaan Arab Saudi di Jakarta. Tahun ini merupakan jumlah terbanyak kepala suku yang berangkat haji,” kata dia.

Sebelumnya, Ustaz Fadhlan dan 30 kepala suku bertemu dengan Wapres Jusuf Kalla di Istana Wakil Presiden pada Jum’at (18/8) dengan maksud bersilaturahmi serta meminta restu dan doa.

Baca juga  Hijaber Peraih Medali Emas Pertama Asian Games Dapat Hadiah Tabungan Haji

“Sebagai rasa syukur sehingga di 72 tahun Indonesia merdeka yang bertepatan dengan musim haji mereka juga datang dari beberapa tempat dari Tolikara, dari Wamena, dari Sorong, dari Raja Ampat, dari Fak Fak, dari Kaimana, dari Biak hadir di tempat ini, selain bersilaturahmi ingin mengucapkan terimakasih kepada Bapak Wapres dan sekiligus ingin berpamitan ke tanah suci Mekkah insya Allah berangkat tanggal 21 Agustus tahun ini,” kata Fadlan.

Baca juga: Naik Haji (bukan) Hanya Untuk Orang Yang Mampu

Menanggapi hal itu Wapres menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada pemerintah Arab Saudi yang telah memberikan fasilitas dan kesempatan kepada rakyat Papua dan Papua Barat.

“Mudah-mudahan ibadah haji itu dapat lebih memberikan hidayah kepada kita semua secara keseluruhan dan juga bermanfaat. Dan tentu juga berterimakasih kepada pemerintah Saudi Arabia yang telah memfasilitasi kunjungan ini,” ucapnya.

Baca juga  Ini Alasan Ibadah Haji dan Umroh Tahun 2020 Ditiadakan

Wapres menambahkan, karena sekarang ini beribadah haji tidak semudah yang dulu butuh waktu lama bisa menunggu hingga 20 tahun lamanya. “Karena kunjungan ini merupakan suatu fasilitas yang tentu harus disyukuri dan kemudian juga setelah kembali Insya Allah lebih meningkatkan keimanannya. Sekali lagi saya mengucapkan selamat,” terangnya.

Sementara itu fadlan dalam keterangan persnya usai bertemu Wapres, ia mengatakan keberangkatan 30 Kepala Suku Adat di Papua dan Papua Barat ini merupakan pertama kalinya dilakukan, untuk mendukung kegiatan syiar dan dakwah Islam hingga ke penjuru timur tanah air Indonesia. (ELH)

Komentar