Hanya PKS, Partai Yang Tak Punya Perwakilan Milenial di DPRPresiden PKS Mohamad Sohibul Iman dalam acara "Ngobrol Bareng Milenial" (Ngemil) oleh DPW PKS Lampung, Ahad (31/03/2019) lalu

Hanya PKS, Partai Yang Tak Punya Perwakilan Milenial di DPR

Fraksi PKS Minta Lembaga dan Media Asing Hormati Vonis Hukum Ahok
Terlibat Korupsi, Politikus PKS Ditangkap KPK
Larangan Cadar Dicabut, Komisi X: Kampus Jangan Membatasi Ruang Gerak Anak Muda

JAKARTA, SUARADEWAN.com — Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) melakukan kajian terhadap caleg DPR RI terpilih pada Pileg 2019. PKS merupakan salah satu parpol yang tak meloloskan caleg milineal.

“PKS satu-satunya parpol yang tak meloloskan satu orangpun milenial. Sementara Nasdem tercatat menjadi parpol dengan jumlah milenial terbanyak 10 kursi,” kata peneliti Formappi Lucius Karus saat jumpa pers ‘Anatomi Caleg DPR RI Terpilih Pemilu 2019’ di kantornya, Jalan Matraman Raya, Jakarta Timur, Kamis (5/9/2019).

Metodologi melalui sumber data dari dokumen resmi KPU (CV dan dokumen lainnya) dengan kategori data generik dan non generik. Kajian ini diharapkan menjadi input bagi partai politik, DPR, Caleg terpilih dan masyarakat.

Adapun jumlah kursi DPR 575 orang dari berbagai partai politik. Pemilu 2019 diikuti 16 partai politik yaitu PKB, Gerindra, Golkar, PDIP, Nasdem, Garuda, Berkarya, PKS, Perindo, PPP, PSI, PAN, Hanura, Demokrat, PBB dan PKPI.

Namun hanya 9 parpol yang memenuhi ambang batas parlemen 4% dari suara sah nasional yaitu, PKB (58), Gerindra (78), PDIP (128), Golkar (85), Nasdem (59), PKS (50), PPP (19), PAN (44), dan Demokrat (54).

Berikut kategori usia caleg terpilih pemilu 2019 per partai politik:

Baca juga  PKS Sindir Politik 'Tiga Kaki' Demokrat di Pilpres 2019

1. PKB
usia 21-35 tahun : 6 orang
usia 36-60 tahun : 42 orang
usia lebih 60 tahun : 10 orang

2. Gerindra
usia 21-35 tahun : 9 orang
usia 36-60 tahun : 52 orang
usia lebih 60 tahun : 17 orang

3. PDIP
usia 21-35 tahun : 9 orang
usia 36-60 tahun : 100 orang
usia lebih 60 tahun : 19 orang

4. Golkar
usia 21-35 tahun : 5 orang
usia 36-60 tahun : 65 orang
usia lebih 60 tahun : 15 orang

5. Nasdem
usia 21-35 tahun : 10 orang
usia 36-60 tahun : 40 orang
usia lebih 60 tahun : 9 orang

6. PAN
usia 21-35 tahun : 6 orang
usia 36-60 tahun : 33 orang
usia lebih 60 tahun : 5 orang

7. PKS
usia 21-35 tahun : 0 orang
usia 36-60 tahun : 45 orang
usia lebih 60 tahun : 5 orang

8. PPP
usia 21-35 tahun : 2 orang
usia 36-60 tahun : 14 orang
usia lebih 60 tahun : 3 orang

9. Demokrat
usia 21-35 tahun : 5 orang
usia 36-60 tahun : 36 orang
usia lebih 60 tahun : 13 orang

“Usia 36-60 tahun mendominasi caleg terpilih 427 kursi (74%), milenial 52 kursi (9%) dan 96 kursi (17%) lainnya berusia diatas 60 tahun. Total 83% dari keseluruhan caleg terpilih berusia produktif,” ucap Lucius.

Baca juga  Muda, Cantik, dan Pintar, Hillary menjadi Anggota DPR RI Termuda

Selain itu, Lucius mengatakan caleg DPR terpilih berpendidikan S1 dan S2, namun ada 16 orang caleg yang sengaja tidak menampilkan keterangan tentang pendidikannya dalam profilnya.

Adapun 16 orang tidak mencantumkan keterangan tentang tingkat pendidikan yaitu Sondang Tiar Debora Tampubolon (PDIP/DKI I), Drs. Muhammad Nurdin, M.M (PDIP/Jabar X), H.Didi Irawadi Syamsuddin, SH (Demokrat/Jabar X), Mochamad Herviano (PDIP/Jateng I), Wastam (Demokrat/Jateng VIII), Krisdayanti (PDIP/Jatim V), Guruh Sukarno Putra, S.AP. (PDIP/Jatim VI), Sri Wahyuni (Nasdem/Jatim VII), Slamet Ariyadi, S.Psi (PAN/Jatim IX), Nur Aeni (Demokrat/Banten II), Kemudian Ir. H. Nanang Samodra, KA, MSc (Demokrat/NTB II), Anita Jacoba Gah, SE (Demokrat/NTT II), Bambang Purwanto, S.ST, MH (Demokrat/Kalteng), H. Muhammad Nur (Gerindra/Kalsel II), Hasan Saleh (Demokrat/Kalut), dan H.M Amir Uskara, M.Kes (PPP/Sulsel I).

“Terdapat 16 orang caleg terpilih pemilu 2019 yang sengaja tidak menampilkan keterangan tentang pendidikannya di profil,” ucap dia.

Sementara itu, Lucius mengatakan, seluruh caleg terpilih beragama. Lima agama di Indonesia terwakili di parlemen.

“Ini menunjukkan adanya kebhinekaan dalam wajah parlemen kita. Sayangnya tak ada korelasi sebab-akibat antara fakta caleg terpilih beragama dengan kinerja parlemen,” jelas dia. (de)