oleh

Hampir 80 Juta, Millenial Jadi Penentu Arah Demokrasi Indonesia

JAKARTA, SUARADEWAN.com — Anak muda akan menjadi penentu arah demokrasi Indonesia ke depan dalam pilkada dan pemilu yang akan dilaksanakan. Jumlahnya yang signfikan sebenarnya  bisa memberikan kontribusi besar bagi bangsa ini.

Oleh karena itu, segala upaya perlu dilakukan untuk meningkatkan lagi partisipasi mereka dalam memberikan hak pilih.

Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi Titi Anggraini mengatakan, berdasarkan data untuk pilkada 2018 di 171 daerah jumlah pemilih sekitar 160 juta lebih dan presentasi generasi millenial hampir setengahnya.

“Sebanyak 40 persen lebih pemilih itu di bawah usia 40 tahun artinya apa, jumlah pemilih pemula signifikan,” tutur Titi dalam sebuah diskusi di Jakarta, Senin (7/5).

Baca juga  MPR: Bangsa Ini Bisa Bekerjasama dan Bersilaturahim Dengan Baik, Walaupun Berbeda Pendapat

Saat ini, lanjut dia, generasi muda juga sudah mulai didekati parpol karena jumlah mereka yang besar. Selain itu, potensi yang dimiliki anak muda juga cukup mumpuni. Mereka bergerak dinamis dan berpikir kritis.

Generasi millenial, lanjut Titi Anggraini, mampu beradaptasi baik dengan media sosial.

Hal yang sama disampaikan oleh Influencer Politik Anak Muda (Political Jokes) Herik Kiswantoro, media sosial menjadi pemantik ruang diskusi yang sangat dekat dengan anak muda.

Menurut Herik Kiswantoro, seputar isu politik dianggap bahasan yang sangat serius dan berat bagi anak muda, sehingga seringkali tidak menjadi pilihan dalam obrolan anak muda.

Baca juga  YLBHI: Pelanggaran Terhadap Kebebasan Sipil di Era Jokowi Makin Buruk

“Obrolan politik cukup dijauhi oleh anak muda. Perlu ada bahasa yang berbeda bagi anak muda dalam bahasa politik, supaya diterima oleh anak muda,” ucapnya.

Sementara, Komisioner KPU Provinsi DKI Jakarta Betty Epsilon Idrus menjelaskan pentingnya sosialisasi dikemas semenarik dan sekreatif untuk melibatkan anak muda. Betty Epsilon Idrus mengatakan, KPU memiliki strategi untuk menggelorakan pemilu 2019.

“Secara resmi kami punya rumah pintar pemilu yang memperkenalkan dan menjelaskan pemilu yang berbasis keluarga,” katanya. (tn)