Habib Jamal Baagil: Islam Agama Damai, Bukan Agama Balas Dendam

Habib Jamal Baagil: Islam Agama Damai, Bukan Agama Balas Dendam

Perjuangan Muslim Uighur Yang Diperlakukan Layaknya Musuh Negara
Tajmahal, Bangunan Muslim Yang Diklaim Sebagai Kuil Hindu
Ini Keutamaan dan Pahala Shalat Subuh Secara Berjamaah

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Seorang ustadz bernama Al Habib Jamal bin Thoha Baagil, akrab disapa Habib Jamal Baagil, menegaskan bahwa Islam adalah agama damai, pembawa rahmat bagi sekalian alam. Artinya, Islam bukan agama balas dendam, pencaci-maki sebagaimana yang sering disuarakan oleh kelompok-kelompok radikal bergaris keras.

Penilaian sejuk seperti itu dilontarkan sang habib melalui ceramahnya yang kini viral dan dapat diakses luas di media sosial seperti Youtube. Inilah ceramah yang kiranya benar-benar berasal dari seorang ulama, bukan dari seorang kriminal alias preman berjubah berkalung sorban.

Dalam potongan ceramahnya yang berdurasi kurang lebih 5,59 detik, pertama-tama ia mengisahkan sikap hidup Nabi Muhammad SAW. Ia menceritakan bagaimana sang Nabi mengaku sebagai rasul yang diutus sebagai pembawa pesan-pesan damai.

Baca juga  Fakta Al-Aqsha Yang Tak Banyak Diketahui Umat Islam

“Nabi Muhammad mengaku bukanlah seorang nabi yang diutus oleh Allah untuk melaknat seseorang, untuk mencaci seseorang, akan tetapi beliau diutus (sebagai) rahmatan lil alamin, sebagai pembawa rahmat,” ujar pengasuh Pondok Pesantren Anwarut Taufiq Malang ini.

Hal tersebut sesuai dalam hadits yang menyatakan, “Akulah sang rahmat yang dihadiahkan oleh Allah SWT kepada umat Islam.”

Dan benar, sikap tersebut benar-benar terealisasi dan tercermin dalam pola dan tingkah laku Nabi. Itu dicontohkan ketika beliau menjadi penguasa di kota Mekah di mana orang-orang yang dulunya mencaci, memfitnah, bahkan menganiayanya mendatanginya karena ketakutan.

“Mereka lalu datang ke Nabi Muhammad. Mereka berpikir bahwa kita nantinya akan dibalas dendam. Tapi apa kata Nabi, pulang kalian, pergi kalian, kalian bebas. Agama ini (Islam) bukan agama balas dendam. Agama ini bukan agama mencaci, menghina seseorang,” lanjut Al Habib.

Baca juga  Ustaz Abdul Somad: Umat Islam Jangan Cuek dengan Urusan Politik

Sikap itulah yang kemudian dicontoh oleh para sahabat Nabi juga. Dan karenanya kita perlu bertanya-tanya ketika ada orang yang mengaku sebagai ulama, mengaku sebagai penerus cita-cita Nabi, bahkan mengaku sebagai keturunan Nabi, tapi mengarahkan Islam bukan sebagai pembawa rahmat melainkan pembawa malapetaka, maka jelas bahwa yang bersangkutan bukanlah seperti apa yang didakunya.

Untuk mengetahui lebih jauh tentang sosok habib penyejuk hati ini, pembaca bisa merujuk Profil Al Habib Jamal bin Thoha Baagil. (ms)

COMMENTS