Gunung Bulu’ Bawakaraeng yang Terzalimi di Tanahnya Sendiri

Gunung Bulu’ Bawakaraeng yang Terzalimi di Tanahnya Sendiri

Pernyataan Sikap Aliansi Bela Garuda dan MERAPI Terkait Penyerangan Gereja ST. Lidwina
Dituding Panwaslu Kirim Sapi ke Daerah Pemilihan, Politikus PDI-P: Bukan Milik Kami
Trini, Keluarga Korban Bom Kampung Melayu Trauma

GOWA, SUARADEWAN.com — Kalangan pegiat lingkungan mengingatkan ancaman kerusakan Gunung Bulu’ Bawakaraeng di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Selain terjadi erosi, luncuran campuran tanah dan bebatuan atau debris slide, dan diskontinuitas batuan, juga ada banyak hal lain yang perlu diperhatikan dengan serius.

“Dari hasil ekspedisi yang kami lakukan ke puncak Gunung Bulu’ Bawakaraeng, kami menemukan fakta-fakta mengejutkan di lapangan. Hampir di seluruh jalur pendakian terdapat sebaran sampah, dengan jenis beragam, tidak hanya sampah alat kontrasepsi, tetapi juga pakaian dalam, dan botol-botol minuman keras,” kata Rasyidin Pemerhati lingkungan, dilansir Antara, Selasa (27/3/2018).

Pencinta alam senior Sulawesi Selatan (Sulsel) Nevy Jamest Tonggiroh mengatakan, salah satu faktor yang menyebabkan laju kerusakan kawasan Gunung Bulu’ Bawakaraeng karena adanya kegiatan yang masif dan sporadis di wilayah itu. Berbagai kegiatan secara masif dengan label macam-macam seperti upacara tujuh belasan Agustus dan acara peringatan lainnya merupakan salah satu faktor yang menimbulkan kerusakan di kawasan gunung itu.

Baca juga  Asing: Indonesia Negara Muslim Terbesar Di Dunia Yang Punya Festival Seks

Baca juga: Ritual Mesum Di Gunung Kemukus Jadi Sorotan Dunia

Gunung Bulu’ Bawakaraeng di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan

Selain kegiatan yang masif, Nevy juga mensinyalir adanya upaya untuk mengomersilkan wilayah Gunung Bulu’ Bawakaraeng.

“Gunung Bulu’ Bawakaraeng itu terzalimi di tanahnya sendiri. Selain ingin dijadikan kawasan wisata, fitnah bertebaran di mana-mana juga sangat masif,” kata Nevy di Makassar, Selasa, 27 Maret 2018.

Salah seorang pendiri KORPALA Universitas Hasanuddin ini juga menjelaskan kerusakan yang terjadi di Gunung Bulu’ Bawakaraeng adalah cermin dari manusia-manusia yang tidak bertanggung jawab.

Baca juga  Ritual Mesum Di Gunung Kemukus Jadi Sorotan Dunia

“Banyak yang mengaku pencinta alam, yang pernah tidur dan mendapatkan nikmat dari sana (Gunung Bulu’ Bawakaraeng), tapi tidak tahu berterima kasih dan memelihara kawasan pegunungan itu,” ujarnya.

Baca juga: Asing: Indonesia Negara Muslim Terbesar Di Dunia Yang Punya Festival Seks

Sedangkan, Andi Yaqub menjelaskan gunung dari tinjauan agama itu merupakan firman Allah SWT, khususnya dalam Alquran sebanyak 53 ayat yang membicarakan tentang gunung.

“Ini berarti gunung khususnya dalam ajaran Islam memiliki keistimewaan tersendiri. Oleh karena itu, sudah sepantasnya kita sebagai manusia peduli dengan gunung yang berada di sekitar kita,” ujarnya.

Andi Yakub yang menyandang gelar doktor tentang kepencintaalaman ini mengatakan khusus Gunung Bulu’ Bawakaraeng mempunyai keistimewaan tersendiri. Hanya ada 19 gunung di dunia ini yang memiliki keistimewaan khusus, termasuk Gunung Bulu’ Bawakaraeng. (aj)

COMMENTS