oleh

Guntur Romli: Millenial adalah Aset Bangsa

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Pemilihan Presiden 2019 tinggal menghitung bulan, banyak cara kandidat presiden dan wakil presiden melakukan pola dan strategi dalam mengaet suara terbanyak. Salah satunya tentunya adalah mengaet suara dari pemilih muda, yang menurut survey suara kaum millenial ini memiliki 30% suara nasional.

Meski apatis terhadap politik, pemilih milenial ini tak boleh dianggap remeh. Politisi Muda Partai Solidaritas Indonesia Mohamad Guntur Romli menuturkan meskipun pemilih millenial ini memiliki hobi jalan-jalan, shoping ke mall dan sangat doyan terhadap teknologi bukan berarti kita harus mengabaikan mereka.

banner 1280x904

“Karena itu, yang dilakukan kami dalam hal ini koalisi pendukung pasangan Jokowi—KH. Ma’ruf Amien dalam menggaet ceruk pemilih millenial adalah melakukan pendekatan khusus dan komunikasi yang mudah dipahami dan dicerna. Artinya, kami melakukan pendekatan persuasif salah satunya memenuhi keinginanya serta menyesuaikan dengan karakter milleneal dengan pendekatan yang mereka sukai,” kata Guntur Romli dalam Diskusi Publik di D Hotel, Guntur, Jakarta (Selasa, 23/10).

Baca juga  Basmi Praktik Politik Uang, PSI Luncurkan Gerakan SAPU

Sehingga, lanjut Guntur yang juga merupakan pemikir muda NU ini, yang mesti menjadi perhatian adalah terkait, eksistensi millenial yang sesungguhnya tidak cukup mengambil sampel di perkotaan saja, tetapi ada segmen milleneal muslim santri di Pesantren yang kecenderungan dan hobinya agak berbeda dengan millenial perkotaan. Misalnya hobi musik dangdut dan lain sebagainya.

Bagi Host Kongkow Bareng Gus Dur ini, generasi milenial memiliki peran yang strategis dalam percaturan politik di Indonesia. Millenial, lanjut nama panggilan Cak Romli ini merupakan aset bangsa.

Baca juga  Sebut Ibukota Rusak Tanpa Ahok, Sekjen PSI Disemprot Personil Lingua

“Bagi saya millenial ini aset bangsa, maka tidak mungkin Pemilu tidak melibatkan peran millenial. Karena di tangan millenial ini nasib bangsa dan arah pembangunan bangsa ditentukan. Karena itu, generasi millenial sangat besar pengaruhnya dalam konteks politik,” pungkas Guntur Romli.

Sebelumnya diskusi yang bertajuk Pilpres 2019; Di Mata Para Millenial, diselenggarakan oleh Indonesian Democracy Network (IDN), di D Hotel, Jakarta (Selasa, 23/10) juga menghadirkan Sidratahta Mukhtar Pengamat Politik UKI, Barry Pratama Waketum PP KAMMI, Khalid Zabidi Politisi Muda Golkar dan Abdul Aziz Ketua Bidang Politik PB HMI. (aw)

Komentar