Golkar: Jokowi Harus Menggandeng Kekuatan Berbasis Islam Jika Ingin Menang Pilpres 2019

Golkar: Jokowi Harus Menggandeng Kekuatan Berbasis Islam Jika Ingin Menang Pilpres 2019

KPU Larang Film Dilan 1990 Ditayangkan di TV
Pengamat: Unggul Hitung Cepat Belum Tentu Menang
Bukti Serius Maju Pilkada Konkep, Abdul Halim “Ketuk” Pintu Partai Golkar

JAKARTA, SUARADEWAN.com — Koordinator Bidang Pemenangan Pemilu Golkar Nusron Wahid menilai, hasil sementara Pilkada 2018 menunjukkan Presiden Joko Widodo masih harus menggandeng kekuatan berbasis Islam jika ingin memenangi Pilpres 2019.

Nusron menyampaikan hal tersebut setelah berkaca dari hasil sementara Pilkada Jawa Barat dan Jawa Tengah.

Ia mengatakan, tingginya perolehan suara pasangan calon Sudrajat-Ahmad Syaikhu yang diusung Gerindra, PKS, dan PAN di Jawa Barat menunjukkan kuatnya basis massa ketiga partai yang kebanyakan merepresentasikan kelompok Islam.

Baca juga  Himbauan Habib Ali untuk Umat Islam Jelang Pilpres 2019

Di Jawa Barat, perolehan suara Sudrajat-Syaikhu mencapai 29,53 persen berdasarkan hasil hitung cepat. Jumlah itu tak terpaut jauh dari pasangan calon yang unggul, Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum, yang memperoleh suara sebesar 32,54 persen.

Baca juga  Tujuh Tuntutan Prabowo-Sandi ke MK, Jadi Pemenang Pilpres atau Pemilu Ulang

Demikian pula dengan perolehan suara Sudirman Said-Ida Fauziyah di Jawa Tengah yang mencapai 41,66 persen.

“Ini menjadi warning buat Pak Jokowi. Saya makin yakin tesis bahwa determinasi kekuatan Islam itu wajib dirangkul,” kata Nusron di Kantor Dewan Pimpinan Daerah (DPD) DKI Jakarta, Rabu (27/6/2018). (KOM)

COMMENTS