Gelar Kontes Anti Gay, Pemerintah Malaysia Dikecam

Gelar Kontes Anti Gay, Pemerintah Malaysia Dikecam

SUARADEWAN.com - Pemerintah Malaysia melalui Kementerian Kesehatan Malaysia menggelar kontes anti gay dengan tema “Value Yourself, Practice Healthy”.

Denny JA, Hasrat dan (Potret) Tindak Pelecehan
Pemerintah Indonesia Tolak Desakan PBB Terkait Legalisasi LGBT
Terkait Penggerebekan Pesta Seks Gay, Kapolri Disurati Organisasi HAM Asia

SUARADEWAN.com – Pemerintah Malaysia melalui Kementerian Kesehatan Malaysia menggelar kontes anti gay dengan tema “Value Yourself, Practice Healthy”. Hal ini merupakan respons sekaligus bentuk kampanye terhadap isu lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT) yang sedang hangat diperbincangan di belahan dunia.

Kontes tesebut diperuntukan bagi peserta yang berusia 13 sampai 24 tahun. Dengan membuat video anti-gay sekreatif mungkin dengan durasi maksimal 3 menit. Terdapat tiga kategori dalam kontes video tersebut, yakni reproduksi seksual, cybersex dan kebingungan gender.

Kontes berlangsung sejak 1 Juni hingga 31 Agustus  2017. Dengan total hadiah sebesar 4000 Ringgit atau setara dengan Rp 12,4 juta.    Namun, dengan adanya kontes tersebut, pemerintah mendapat kecaman dari aktivis pembela hak transgender Malaysia terkemuka Nisha Ayub.

Baca juga  Warga Malaysia Gotong Royong Donasi Bantu Bayar Hutang Negara Rp3500 triliun

Menurutnya, hal ini justru mendorong penyebaran informasi yang keliru dan memicu diskriminasi terhadap kelompok minoritas.

“Mereka (pemerintah Malaysia) bahkan tidak tahu perbedaan antara identitas gender dan seksualitas. Kenali fakta dengan benar dulu, maka baru mulai mendidik masyarakat,” kata Ayub.

Menurutnya, kontes anti gay justru bertentangan dengan nilai-nilai hak asasi manusia. Untuk itu, ia berharap agar PBB, WHO dan Global Fund European Union dan semua pihak yang peduli untuk menanggapi hal tersebut.

Baca juga  Terkait Penggerebekan Pesta Seks Gay, Kapolri Disurati Organisasi HAM Asia

Sementara itu, Wakil Direktur Jenderal Kesehatan Lokman Hakim Sulaiman menyatakan bahwa kontes anti gay tersebut tak lain untuk memberikan kedalaman pemahaman terhadap masyarakat luas.

“Kontes ini diselenggarakan tak lain untuk memberi wawasan, sekaligus memacu kreativitas tentang reprodukasi seksual dan hal kesehatan yang terkait dengan reproduksi tanpa ingin mendiskriminasi kelompok tertentu,” kata Hakim.

Diketahui LGBT selama ini dilarang di Malaysia, baik secara hukum negara maupun agama yang diberlakukan di Malaysia. (ms/te/vi/li)

COMMENTS

DISQUS: