oleh

Gelar ILC, IKAMI SUL SEL Jakarta Usung Gerakan Berbudaya

Jakarta, suaradewan.com – Ikatan Kekeluargaan Mahasiswa/Pelajar Indonesia Sulawesi Selatan (IKAMI SULSEL) Cabang DKI Jakarta akan menggelar acara Leadership Camp 16 yang mengusung tema Gerakan Berbudaya yang berlangsung pada 9 – 11 Desember 2016 di Bogor Jawa Barat.

Ketua IKAMI Sulsel DKI Jakarta, Suci Pratiwi Latif mengatakan Gerakan Berbudaya sebagai simbol kearifan lokal Sulawesi Selatan yang harus terus dijunjung dan dipegang teguh oleh generasi muda Sulsel masa kini. Karena Sulsel dikenal dengan budaya Siri’ na Pacce-nya yang menjadi falsafah hidup masyarakat Sulsel dari dahulu hingga kini.

banner 1280x640

“Gerakan Berbudaya kami usung sebagai tema kegiatan karena itu menjadi simbol Sulawesi Selatan. Kami ingin memperkuat dan mengokohkan budaya Sulsel di dalam sanubari kami sebagai generasi muda. Utamanya kami yang berada jauh diperantauan,” ujar mahasiswi Kedokteran Universitas Muhammadiyah Jakarta ini.

Baca Juga:  IKAMI Sulsel dan Alumni Total Melawan Eksekusi Pengadilan Negeri Bogor

Selanjutnya menurut Suci, Gerakan Berbudaya menjadi pelajaran penting bagi generasi muda Sulsel dalam berjuang meraih kesuksesan di masa depan.

“Kita tahu, dan semua orang tahu, orang Sulsel itu ulet dalam berusaha, petarung dan memiliki jiwa persaudaraan yang tinggi. Dulu orang tua kita merantau mengadu nasib di negeri orang dan mereka berhasil, dan itu salah satu pemantik semangat bagi kita untuk terus maju dan berkembang,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Abdul Muas, ketua panitia dalam acara tersebut. Menurut Muas, di masa modern ini, penguatan budaya lokal perlu ditingkatkan bagi generasi muda agar tidak melupakan jati dirinya dan tidak terbawa arus modernisasi yang bisa saja mengancam sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Baca Juga:  Gelar Simposium Nasional, Kabid Perguruan Tinggi: Semoga Acara Seperti ini Terus Berlanjut

“Di era modern ini, pengetahuan kita tentang budaya lokal perlu ada. Kita jangan sampai melupakan jati diri kita. Kita tidak menutup diri dengan modernisasi, karena itu juga penting. Tapi kita juga jangan terbawa arus,” katanya.

“Gerakan berbudaya ini adalah bekal pembelajaran bagi kami mahasiswa asal Sulsel. Agar nantinya bisa mengikuti jejak senior-senior yang sudah sukses,” pungkasnya. (*)

Komentar

Berita Lainnya