oleh

Gas Poll, Pagi ini Ka BNPB Sudah Berada di Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara

banner-300x250

MANADO, SUARADEWAN.com – Senin 6 Januari 2020 subuh, Kepala BNPB Doni Monardo sudah menjejakkan kaki di Sulawesi Utara. Membasuh muka sejenak di Bandara Sam Ratulangi, Manado. Dengan Helikopter MI 35 P milik Penerbad dipiloti Kapten Faris Afandi, Doni menempuh sekitar satu jam penerbangan, dan pada pukul 08.45 waktu setempat rombongan mendarat di Lapangan Gesit Kelurahan Sawangbendar, Kecamatan Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara.

Egy Massadiah Staf Khusus Kepala BNPB yang turut serta mendampingi menjelaskan bahwa tujuan utama Kepala BNPB adalah meninjau lokasi bencana banjir bandang yang memporakporandakan sejumlah rumah di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara, Jumat pagi (3/1/2020).

Banjir bandang itu sedikitnya menerjang tiga desa, yaitu Desa Lebo di Kecamatan Manganitu, Desa Belengang di Kecamatan Manganitu, dan Desa Ulung Peliung di Kecamatan Tamako.

Baca juga  Welty Komaling Terpilih sebagai Ketua P/KB Sinode GMIBM periode 2016-2021

Desa Lebo paling parah. Puluhan rumah hanyut dan tiga orang meninggal dunia. Satu sudah ditemukan dan dua masih tertutup longsor. Selain itu, 6 orang luka-luka sudah dibawa di rumah sakit.

Ditemani Bupati Jabes E Gahhana, Kepala BNPB mendatangi lokasi longsor dan banjir bandang di Desa Lebo, Kecamatan Mangahitu.

(Laporan dari Desa Manganitu, Kab. Kep Sangihe – Sulut)

Awal tahun 2020 adalah hari hari yang padat melelahkan bagi Doni Monardo. Tanggal 1 dan 2 Januari fokus mengkoordinasikan penanggulangan banjir Jabodetabek, kemudian Sabtu tanggal 4 Januari berkunjung ke lokasi bencana di Kabupaten Lebak dan Kabupaten Bogor. Pada Hari Minggu 5 Januari kembali mendampingi Presiden Jokowi ke Kecamatan Sukajaya, meski kemudian heli VVIP gagal mendarat setelah beberapa kali aproach.

Baca juga  Kapolri Tito Karnavian Berikan Keteladanan, Semua Penumpang Wajib Diperiksa

Dan pagi ini, Senin 6 Januari 2020 Doni sudah berada di ujung utara pulau Sulawesi. Betapa negara berupaya keras untuk selalu hadir di tengah rakyatnya yang terlanda bencana.

“Pak Doni tidak lelah. Bagi beliau itu sudah merupakan kewajiban dan tugasnya untuk selalu hadir sebagai representasi perwakilan pemerintah pusat saat rakyat mengalami bencana. Hanya saja Pak Doni sedih dan prihatin, akibat jatuhnya korban jiwa,” ujar Egy Massadiah mengomentari padatnya jadwal Kepala BNPB. (aw)