oleh

Fakta Menarik Papua, Berikut Hasil Audiensi Kapten Indonesia Papua Barat Bersama BLKI Papua

banner-300x250

SORONG, SUARADEWAN.com – Ketua Umum Dewan Perwakilan Wilayah (DPW) Papua Barat Komunitas Penyedia Tenaga Kerja Internasional Indonesia (Kapten Indonesia), Muhaimin Anhar berserta jajarannya kembali melakukan audiensi dengan Balai Latihan Kerja Indonesia (BLKI) Papua Barat dan Papua, di Kota Sorong, pada Jum’at (06/03/2020).

Dalam kesempatan itu, Muhaimain Anhar,  menjelaskan seputar struktur yang telah terbentuk di Kapten Indonesia termasuk  kerjasama dengan Lembaga Ketenagakerjaan.

“Kapten Indonesia lahir sebagai wadah atau media untuk bisa menuntas penganguran. Makanya Kapten membutuhkan mitra hingga hari ini sudah bekerjasama dengan 9 lembaga ketenagakerjaan yang sudah dibangun,” ucap Ketua DPW Papua Barat, di kantor BLKI Papua, Kota Sorong, Jum’at (06/03/2020).

Ketua Umum Kapten Indonesia Papua Barat, Muhaimin Anhar (tengah batik) .

Di depan kepala BLKI Papua Barat itu, Muhaimin Anhar yang didampingi oleh Sekretaris Arobi Beyete mengatakan bahwa Kapten Indonesia juga sudah menjalin Koordinasi dengan KADIN terkait dengan kesediaan tenaga kerja untuk quota Tenaga Kerja 30.000 ke Jepang.

“Mereka menyampaikan terkait quota 30.000 ke Jepang. Dan kita rencana ke depan ini akan kerjasama dengan seluruh BLK yang ada di Indonesia. Sebab bagaimana wujud daripada visi-misi Kapten Indonesia dalam menuntaskan pengangguran di daerah tersebut.,” pungkas Muhaimin.

Ketua DPW Papua Barat ini berharap agar BLKI Papua Barat dan Papua bisa menjalin kerjasama, menjalin partnership untuk bisa menuntaskan pengangguran yang ada di Kabupaten. Kita menyalurkan tenaga kerja yang ada disini, lanjutnya.

Kepala BLKI Papua Barat dan Papua, Herman Bija, menyampaikan apresiasi kepada Kapten Indonesia DPW Papua Barat yang telah hadir untuk menjadi mitra kerja dalam meningkatkan kompetensi dan keterampilan masyarakat yang ada di Papua.

Menerima usulan itu, Kepala BLKI Papua dan Papua Barat Herman Bija itu mengatakan Kapten Indonesia bisa membantu dalam melakukan pelatihan-pelatihan kompetensi yang ada di daerah wilayah kerjanya.

Baca juga  Dapat Apresiasi dari KSP, Kapten Indonesia Siap Bersinergi dengan Pemerintah

“Organisasi BLK ini adalah unit pelaksana teknis dibawah kementerian tenagakerjaan, jadi kami itu dibawah kementerian, kami punya wilayah kerja ada dua, Provinsi Papua Barat dan Provinsi Papua. Kami mempunyai wilayah binaan yaitu BLK – BLK UPTD yang dibawah pemerintahan daerah, baik itu pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota yang sudah terdaftar di Kementerian, dan untuk saat ini BLK binaan kami itu, ada di Papua Barat yang sudah eksis yang saat ini ada di Fak-Fak,” jelas Herman Bija di depan pengurus DPW Papua barat Kapten Indonesia.

Sementara itu, lanjut Herman, tugas pokok BLK itu adalah melaksanakan pelatihan, sertifikasi dan kompetensi. BLKI Papua Barat dan Papua ini mempunya program kerja melatih masyarakat khususnya Papua dan Papua Barat untuk bisa mereka dapatkan pelatihan, pengetahuan dan keterampilan. Terkait dengan sistem pelatihan, ada 3 macam, kalau digaris besarkan ada dua, pelatihan yang dilaksanakan di Balai dan pelatihan yang dilaksanakan di masyarakat.

“Tugas BLK kita disini harus banyak membantu untuk mengejar ketertinggalan masyarakat kita yang sudah ada di daerah lain. Setiap kali saya ngomong ke peserta saya selalu mengatakan, yang bisa mengubah kehidupan kita, kita sendiri, ga bisa orang lain. Karena kalau kita hanya berpikir, ya udah kita di Papua ini sumber daya alam kita ini banyak, ini sampai kapan?” pungkas Herman.

Lalu, sambung Herman, di Freeport BLKI juga sampaikan bahwa tambang itu akan ditutup pada bulan Juli  2020, karena batas maksimun kedalaman itu sudah tidak bisa lagi.

“Mereka sudah sampaikan 1400 meter ke bawah, dan saya ditunjukkan simulasi videonya mereka, sekarang mereka itu sudah melakukan tambang bawah tanah. Jadi tambang yang terbuka yang jelas itu akan ditutup Bulan Juni karena kedalaman ke bawah itu sudah sampai di titik aman, sudah ngak bisa lagi, karena 1,4 km ke dalam di bor. Jadi mereka sekarang, sedang membangun jalan dibawah tanah itu sepanjang 2100 km yang sudah jadi 1400 km dan mereka sudah tembus antara kedalaman yang mereka bangun dengan gudang yang langsung ditambal di bawah,” ungkap Herman.

Baca juga  Jelang Pelantikan, Kapten Indonesia Jalin Kerjasama dengan RSU Bhakti Asih

Oleh karena itu, Herman Bija, mengatakan saat ini pihaknya telah mengirim instruktur untuk mempelajari Freeport. Hal ini menurutnya, pengalaman instruktur yang langsung ke industri adalah yang betul mengerti apa yang akan diinstrukturkan kepada masyarakat.

Lanjut itu, Herman Bija menjelaskan bahwa syarat-syarat masyarakat yang ingin diberi pelatihan antaralain memiliki KTP setempat. Adapun Ijazah sekolah atau perguruan tinggi bukanlah menjadi factor utama.

“Jadi memang ada beberapa persyaratan yang masih membutuhkan ijazah, tapi sekarang Ijazah saat ini bukan menjadi persyaratan wajib. Yang diwajibkan itu adalah nomor induk kependudukan, karena sistem pelatihan sekarang itu sudah terintegrasi dengan Disnaker, Kementerian keuangan, dan kementerian yang lain,” kata Herman.

Itu pun dijelaskan Herman, bahwa masyarakat masih ada yang tidak melek teknologi, akan mereka dengan memberikan menfasilitasi itu. Dan dia berharap Kapten Indonesia DPW Papua Barat juga bisa menjadi fasilitator tersebut.

Menjelaskan macam-macam pelatihan yang ada di BLKI itu sendiri, Herman Lija menjelaskan bahwa ada 3 jenis pelatihan yang dilakukan BLKI. Diantaranya adalah Mobile Training Unit atau MTU, pelatihan ini dilaksanakan di daerah-daerah.

“Jadi instruktur kami bawa, alat-alat pelatihan itu kita bawa, dan kita bawa ke tengah-tengah masyarakat. Sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan potensi wilayah tersebut. Jadi pelatihan kami bisa dilaksanakan di kantor dan bisa dilaksanakan di masyarakat,” kembali Herman Paparkan. (aw)