oleh

Erdogan dan Putin Akan Bertemu, Babak Baru Perang Suriah?

JAKARTA, SUARADEWAN.com — Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Presiden Rusia Vladimir Putin akan segera bertemu guna membahas perang Suriah.

Kedua negara mengambil posisi berseberangan, di mana Turki mendukung massa anti rezim Bashar Al Assad, Front Pembebasan Nasional, sedangkan Rusia pro rezim.

banner 1280x904

“Saya akan pergi ke Moskow pada hari Kamis untuk membahas perkembangan di Suriah dengan Putin,” tegas Erdogan sebagaimana dikutip AFP, Selasa (3/3/2020).

“Saya berharap ia akan mengambil tindakan yang diperlukan di sana, seperti gencatan senjata, dan bahwa kami akan menemukan solusi untuk masalah ini.

Hal senada juga dibenarkan Kremlin. Rusia mengatakan akan bertemu dengan Turki untuk melakukan pembicaraan soal Suriah.

“Sangat penting untuk kerja sama dengan mitra kami Turki,” Juru Bicara Kremlin Dmitri Peskov.

Baca juga  Nasib Irak yang Diinvasi AS Kini Menimpa Suriah

Sebelumnya, pada Senin malam, meski mengutarakan keinginan berdamai, Rusia dikabarkan kembali melancarkan serangan udara ke wilayah Suriah Barat Laut.

Kali ini, serangan tersebut dilakukan guna membantu tentara rezim penguasa Suriah untuk merebur wilayah Saraqeb di provinsi Idlib, yang sebelumnya dikuasai Front Pembebasan Nasional.

Kejadian ini terjadi hingga Senin malam dan menyebabkan 11 warga sipil tewas. Korban tewas berada di desa Al-Foua dan juga desa Adwan.

Kabar serangan baru ini juga dikabarkan kantor berita pemerintah Suriah, SANA. Konfrontasi langsung juga terjadi antara militer pemerintah dengan massa anti Assad yang didukung tentara Turki.

Baca juga  Sikap Sejuk 3 Pemimpin Barat Non-Muslim kepada Umat Islam

Bahkan dilaporkan ada 21 tentara kontra Assad yang tewas. Serta 11 militer rezim yang meninggal.

Sebelumnya Turki juga melancarkan serangan ke militer Suriah. Dua jet militer Suriah ditembak jatuh pasukan Turki.

Krisis Suriah sudah terjadi sejak 2011. Menurut Politico, Turki menjadi terlibat karena Suriah mendukung militan Kurdi yang menginginkan kemerdekaan di Turki.

Sementara Rusia mengaku, terlibat karena diminta Assad. Sejak rezim Moamar Khadapi digulingkan, kedua negara menjadi dekat.

Awalnya di 2018, kedua kubu sepakat damai dengan perjanjian Sochi, di mana Turki mengawasi Idlib. Namun pasukan Assad makin gencar melakukan serangan sejak akhir tahun. (cnbc)

Komentar