oleh

Eks Gubernur Sultra Nur Alam Sering Melipir di Lapas Sukamiskin, GMN Geruduk Kantor Kemenkumham RI

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Terpidana kasus korupsi penyalahgunaan kewenangan dengan Vonis 12 tahun, Nur Alam yang juga merupakan gubernur Sultra periode 2013-2018. Diduga kuat sering melakukan Pelesiran dari lapas sukamiskin tempat dimana ia menjalani masa hukuman atas vonis yang ditetapkan majelis hakim Tipikor KPK RI.

Hal ini disuarakan oleh Pemuda dan mahasiswa yang menamakan dirinya Gerakan Mahasiswa Nusantara (GMN) hari ini, Kamis (1/4/2021) melalukan aksi di depan gedung Kementrian Hukum dan HAM RI.

banner 1285x856

Nur Alam ditengarai sering memanfaatkan fasilitas keluar masuk lapas dengan alasan berobat serta berbagai alasan-alasan lainnya. Termasuk, terakhir dalam investigasi GMN, keluar di setiap Sabtu dan Minggu dari lapas suka miskin Jawa barat.

Terpidana penerima suap dan penyalahgunaan kewenangan atas kasus Pertambangan (IUP) Eksplorasi dan Persetujuan Peningkatan Izin Usaha Pertambangan Eksplorasi menjadi Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi ke PT Anugrah Harisma Barakah di Sulawesi Tenggara Tahun 2008-2014.

Terus mendapat sorotan publik karena dianggap pandai memanfaatkan lemahnya pengawasan dari MENTERI HUKUM &HAM RI cq Dirjen lapas RI.

“Berdasarkan hal di atas kami meminta Menteri KUMHAM bapak Yasonna Laloly agar membentuk tim monitoring dan investigasi agar terpidana kasus mega korupsi seperti mantan gubernur Sultra bapak Nur Alam benar-benar menjalani masa hukuman dengan tertib dan taat asas,“ ucap Aksi massa.

Baca Juga:  Meski Dibombardir Pansus Angket DPR, Polri dan KPK Justru Kian Solid

“Kami harap jangan ada diskriminasi perlakuan antar narapidana, ada yg bebas keluar masuk karena punya kuasa dan uang, disisi lain hal ini akan menimbulkan riak dan protes dari narapidana lainnya dan kami juga serta publik akan mempertanyakan integritas dari pejabat KUMHAM,” tukas Risal Korlap aksi.

Risal juga berharap agar Gubernur Nur Alam diawasi secara ketat, tidak seenak-nya mempermainkan Lapas Sukamiskin.

“Bahwa demi keadilan dan kebenaran kami minta dengan tegas saudara Nur Alam ini yang cacat Intergritas disoal hukum agar diawasi secara ketat selama keberadaannya di LAPAS SUKAMISKIN,” tegas Risal.

GNM melalui Risal pun menuntut dan meminta agar KPK segera memeriksa pejabat Kemenkumham yang diduga ‘tidak disiplin’ mengawasi narapidana kasus mega korupsi seperti Nur Alam. “Kita khawatir ada oknum petugas lapas atau bahkan pejabat KUMHAM yang membekingi, hal ini menjadi naif karena akan menimbulkan kegaduhan,” kata aktifis Jabodetabek ini.

Nur Alam dalam investigasi kami beberapa kali terbukti memanfaatkan fasilitas berobat untuk bertemu dengan orang lain untuk kepentingan pribadi.

Seperti kehadiran dia di Sultra menghadiri peminangan anak sulungnya selama 9 hari faktanya dia nginap dirujab Sekda kolaka dan rumah pribadinya, justru bukan di lapas sebagaimana ketentuan dan prosedur yang berlaku bagi seorang Napi.

Baca Juga:  Gubernur Sultra Resmi Ditahan KPK Terkait Korupsi Perizinan Tambang

“Seringkali bahkan untuk bertemu NA ini cukup di rumah sakit karena memanfaatkan fasilitas berobat secara terus-menerus, jadi mudah saja bila ingin menemui terpidana NA ini,” terang Risal.

Pihaknya pun sudah bersurat resmi ke bapak menteri Kumham, dan menurut Risal, semoga setelah ini pihaknya tidak mendengar lagi ada narapidana kasus korupsi bebas berkeliaran dan seenak hati memanfaatkan seluruh fasilitas keluar dengan alasan apapun.

“Hanya karena dia punya uang, punya kekuasan, ataupun punya koneksi di dalam Lapas suka miskin, kami juga dapat info bahwa narapidana tersebut malah bebas menggunakan fasilitas HP dilapas, sehingga seringkali aktif berkomunikasi dengan pihak luar, ini rawan bapak menteri,” ucap pengunjuk rasa.

Lanjutnya “kebiasaan Nur Alam yang memanfaatkan fasilitas berobat dari lapas Sukamiskin untuk keluar masuk dalam urusan pribadi terpidana, sangat mengusik rasa keadilan masyarakat yang ingin agar terpidana kasus mega korupsi seperti Nur Alam mendapatkan efek jera karena telah merusak tatanan yang ada,” tutup Risal dengan nada lantang. (aw)

Komentar

Berita Lainnya