oleh

Ekonom Senior Sarankan Setya Novanto dan Luhut Hengkang

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Kasus dugaan pencatutan nama Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla (JK), kembali mendapat kecemasan dari berbagai tokoh. Salah satunya adalah Ekonom senior Fuad Bawazier kembali berkomentar sinis tentang Setya Novanto dan Luhut.

Menurut mantan Menteri Keuangan era Soeharto ini, yang dilakukan oleh Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Setya Novanto bersama pengusaha Riza Chalid dengan Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin bukan sekadar pelanggaran etika.

banner 1102x704

Seharusnya, hal tersebut sudah masuk ranah hukum sehingga harus dipertanggungjawabkan di pengadilan. Secara moral politik, SN dan Menko Polhukam Luhut Binsar Pandjaitan yang banyak disebut dalam rekaman tersebut harus mengundurkan diri. Apalagi dari yang selama ini sering didengar, keduanya memang akrab dan sering bertemu.

“Di samping itu, nama LBP 17 kali disebut dalam pertemuan SN dengan Freeport,” katanya di Jakarta, Senin (23/11). (red)

Baca Juga:  Pak Jokowi, Jangan Takuti Freeport!
Baca Juga:  Papua dengan Cadangan Emas Terbesar di Dunia

Komentar

Berita Lainnya