Dua Tahun Menjabat, Presiden Myanmar Mengundurkan Diri

Dua Tahun Menjabat, Presiden Myanmar Mengundurkan Diri

JAKARTA, SUARADEWAN.com -- Setelah dua tahun menjabat, Presiden Myanmar Htin Kyaw, mengundurkan diri pada Rabu (21/3), di tengah isu kondisi kesehatan

13 Tokoh Peraih Nobel Kirim Surat Terbuka Kritik Aung San Suu Kyi Soal Rohingya
Krisis Rohingya, Malala Yousafzai : “Kita Tidak Bisa Diam”
Lima Sosok Ini Paling Curi Perhatian Dunia di Tahun 2018

JAKARTA, SUARADEWAN.com — Setelah dua tahun menjabat, Presiden Myanmar Htin Kyaw, mengundurkan diri pada Rabu (21/3), di tengah isu kondisi kesehatannya yang kian buruk.

“Presiden Myanmar, U Htin Kyaw, mengundurkan diri pada 21 Maret 2018,” demikian pernyataan resmi dari kantor kepresidenan Myanmar yang dilansir melalui akun Facebook resmi mereka, sebagaimana dikutip AFP.

Reuters melaporkan bahwa melalui pernyataan itu, kantor kepresidenan juga menyatakan bahwa Htin Kyaw mengundurkan diri untuk “beristirahat dari tugas dan tanggung jawabnya saat ini.”

Belakangan ini, media lokal berspekulasi bahwa kondisi kesehatan Htin Kyaw semakin parah, terutama setelah pemerintah mengonfirmasi bahwa Htin Kyaw menjalani perawatan medis saat berkunjung ke Singapura pada Januari lalu.

Abaikan Rohingya, Gelar Freedom of Oxford Untuk Aung San Suu Kyi Dicopot

Namun, pemerintah selalu menampik spekulasi tersebut. Dalam pernyataan ini, kantor kepresidenan juga tak menyinggung masalah kesehatan Htin Kyaw.

Mereka hanya menjabarkan bahwa berdasarkan konstitusi Myanmar, Wakil Presiden U Myint Swe mengambil alih jabatan presiden hingga parlemen memilih pengganti resmi.

Baca juga  Skandal Presiden-Presiden Yang Digulingkan
Baca juga  The Early Day Motion, Gerakan Parlemen Inggris Tolak Penjualan Senjata ke Israel

Konstitusi Myanmar menetapkan bahwa pelaksana tugas presiden harus memerintahkan kepala parlemen untuk menunjuk pengganti tetap dalam kurun waktu tujuh hari.

“Sesuai dengan Konstitusi Myanmar Pasal 73 (b), prosedur akan dijalankan untuk mengisi posisi presiden dalam waktu tujuh hari kerja,” tulis kantor presiden Myanmar.

Hingga kini, belum ada spekulasi nama calon pengganti Htin Kyaw, orang yang disebut-sebut ditunjuk menjadi presiden karena dekat dengan Aung San Suu Kyi, ketua Liga Nasional Demokrasi (NLD), partai yang memenangkan pemilu dua tahun lalu. (AF)

COMMENTS

DISQUS: