Dua Korea Resmi Berdamai, Siap Akhiri Perang Tahun Ini

Dua Korea Resmi Berdamai, Siap Akhiri Perang Tahun Ini

PANMUNJOM, SUARADEWAN.com -- Hari Jumat kali ini (27/4/2018) bisa dibilang hari yang begitu bersejarah bagi masyarakat di semenanjung Korea. Setelah b

Shinzo Abe Janji Perbaiki Hubungan dengan Negeri Ginseng
#NoBra – Mengapa Perempuan Korea Selatan Memilih Tak Pakai BH
DPR: Soal Efektifitas Pertanian, Indonesia Perlu Belajar Banyak dari Korea

PANMUNJOM, SUARADEWAN.com — Hari Jumat kali ini (27/4/2018) bisa dibilang hari yang begitu bersejarah bagi masyarakat di semenanjung Korea. Setelah bertahun-tahun berseteru, hari ini menjadi langkah pertama bagi pihak Korea Utara dan Korea Selatan untuk menyatukan visi dan misinya dalam perdamaian.

Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Antar-Korea yang berlangsung di Panmunjom, Korea Selatan ( Korsel) tidak saja membahas denuklirisasi. Namun juga membahas penyelesaian akhir dari Perang Korea yang berlangsung antara 1950-1953 silam.

Secara teknis, kedua negara sebenarnya masih terlibat perang karena baru menyepakati gencatan senjata pada 27 Juli 1953. Setelah gencatan senjata, sempat muncul wacana untuk mengggelar pertemuan yang membahas penyelesaian final di Konferensi Jenewa, Swiss, pada 20 Juli 1954.

Diberitakan AFP Jumat (27/4/2018), Korut dan Korsel menyepakati bakal mencari cara untuk mengakhiri perang secara permanen. Kedua Korea bakal mengatur pertemuan antara China dan Amerika Serikat (AS). Dua negara itu merupakan pihak utama gencatan senjata di 1953.

Pemimpin Korut, Kim Jong-un dan Presiden Korsel, Moon Jae-in dilaporkan menanam sebuah pohon pinus di perbatasan kedua negara. Foto/Reuters

“Pertemuan itu bertujuan untuk mendeklarasikan perang, dan meneguhkan perdamaian pada rezim saat ini,” demikian pernyataan deklarasi tersebut.

Baca juga  DPR Sepakati RUU Kerjasama Pertahanan Indonesia dan Korea

Dalam deklarasi tersebut, Presiden Korsel Moon Jae In bersedia untuk berkunjung ke Pyongyang pada musim gugur mendatang. KTT yang dilaksanakan di Panmunjom ini merupakan pertemuan ketiga setelah KTT dilaksanakan pada 2000 dan 2007, dan untuk kali pertama digelar di wilayah Korsel.

Kim Jong-un Pemimpin Korea Utara, dalam pertemuan itu menyatakan keinginannya untuk mengakhiri sejarah konfrontasi di Semenanjung Korea. Pemimpin muda Pyongyang ini juga menyarankan diadakan pertemuan tingkat tinggi secara lebih intens.

“Mari kita lebih sering bertemu. Mari kita membangun dunia yang lebih baik,” kata Kepala Staf Kepresidenan Korea Selatan, Im Jong-seok, menirukan ucapan Kim Jong-un.

“(Saya) tidak akan mengganggu tidur pagi Anda lagi,” lanjut Kim Jong-un, mengacu pada penghentian uji coba rudal dan senjata nuklir Korut.

Pemimpin Korut itu juga mengaku tidak keberatan untuk mengunjungi Blue House, kantor pusat pemerintahan Korea Selatan, untuk melakukan pembicaraan lebih lanjut.

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dan istrinya Ri Sol Ju berfoto bersama Presiden Korea Selatan Moon Jae-in dan istrinya Kim Jung-sook sesaat sebelum jamuan makan malam di Panmunjom, Jumat (27/4/2018). (AFP/KOREA SUMMIT PRESS POOL)

Resmi Berdamai Melalui Deklarasi Panmunjeon

Baca juga  Digencet Dengan Berbagai Sanksi Internasional, Ini Cara Korea Utara Stimulasi Perekonomiannya

Kabar terbaru yang beredar, Dari pertemuan yang ada inilah, Kedua pemimpin negara tersebut menyepakati Deklarasi Panmunjeom. Deklarasi yang diprakarsai oleh Kim Jong Un dan Moon Jae-in ini berisi 9 poin.

Inti dari deklarasi ini sendiri adalah kedua belah pihak sepakat untuk mengakhiri perang dan mengembalikan kedamaian di semenanjung Korea.

Berikut 9 poin dari Deklarasi Panmunjeon melansir dari Korea Times.

(1) Dua negara Korea tersebut setuju untuk mengumumkan berakhirnya Perang Korea yang telah ditangguhkan sejak perjanjian gencatan senjata pada tahun 1953. (2) Dua negara Korea tersebut setuju untuk menetapkan denuklirisasi sebagai tujuan bersama dan bekerja sama untuk membuat Semenanjung Korea bebas nuklir.

(3) Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in akan mengunjungi Pyongyang di musim gugur. (4) Dua negara Korea tersebut setuju untuk menghentikan berbagai tindakan bermusuhan baik di tanah, di udara dan di lautan. (5) Mulai 1 Mei, Dua negara Korea tersebut akan menghentikan siaran propaganda di perbatasan antar-Korea.

(6) Dua negara Korea tersebut akan mendirikan kantor penghubung yang dioperasikan bersama di Gaeseong, Korea Utara. (7) Pada 15 Agustus, kedua negara Korea tersebut akan menjadi tuan rumah reuni keluarga yang dipisahkan oleh Perang Korea 1950-53. (8) Dua negara Korea tersebut setuju untuk menghubungkan kembali kereta api antar-Korea di Pantai Timur. (9) Dua negara Korea tersebut akan bersama-sama berpartisipasi dalam Asian Games 2018. (KT)

COMMENTS

DISQUS: