oleh

DPR Nilai Target Ekonomi Pemerintah Terlalu Optimis, Menkeu Siap Buka-bukaan Pekan Depan

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Mayoritas Fraksi di DPR menilai target ekonomi yang disusun oleh pemerintah dalam RAPBN 2018 terlalu optimis di tengah ketidakpastian global.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani ketika diminta tanggapan perihal pandangan fraksi di DPR, enggan berkomentar. Dirinya mengaku akan menjawab semua tanggapan fraksi pekan depan di sidang paripurna.

banner 1280x904

”Nanti jawabannya minggu depan, kalau saya ngomong enggak enak. Nanti minggu depan saya pidato, secara umum baik saya menyimpulkan. Nanti akan teliti secara lebih detail asumsi makro sampai posturnya, ini adalah dokumen APBN bersama,” jelas Sri Mulyani.

Sebelumnya Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani optimistis jika pertumbuhan ekonomi Indonesia akan meningkat pada semester II tahun 2017. Ini seiring dengan kenaikan belanja negara dan tidak adanya kenaikan harga yang diatur pemerintah (administered price) yang bisa mengurangi ekspektasi inflasi.

Baca juga  Target Banyak Meleset, Sri Mulyani Dikritik DPR Habis-habisan

“Dengan kombinasi dua itu, tentu kita akan berharap optimisme mulai muncul pada kuartal II, karena memang ada belanja negara yang meningkat, penyerapan meningkat sehingga uang muncul dan bergulir di masyarakat,” ujar Sri Mulyani seperti dikutip Jumat (25/8/2017).

Sedangkan terkait target pertumbuhan ekonomi pada tahun 2018, dia mengatakan masih akan melihat perkembangan di DPR dan postur penerimaan negara. Dengan melihat kemungkinan akan ada insentif atau belanja yang berkurang.

Baca juga  Menkeu Sosialisasikan Kebijakan Transfer Daerah dan Dana Desa

“Karena kebijakan tersebut bisa menimbulkan gestur pelaku ekonomi, maupun reaksi dari masyakarat atau pun Bank Indonesia. Ini salah satu set kebijakan fiskal, kebijakan moneter dan nanti kebijakan pemerintah di dalam sektor riil seperti paket kebijakan, itu akan mempengaruhi kebijakan masyarakat,” paparnya.

Sebelumnya, kenaikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 0,2 persen yang ditargetkan pemerintah dari target APBNP 5,2 persen menjadi 5,4 persen dalam Rancangan APBN (RAPBN) 2018 mendapat dukungan sejumlah fraksi di antaranya PDIP dan Golkar pada Rapat Paripurna DPR RI dengan pembahasan RAPBN 2018. (LIP)

Komentar