DPR Minta Perhatikan Tiga Hal Ini Dalam Penataan Penyelenggara Umrah

DPR Minta Perhatikan Tiga Hal Ini Dalam Penataan Penyelenggara Umrah

JAKARTA, SUARADEWAN.com -- Maraknya penipuan jamaah umrah mendapat perhatian anggota Komisi VIII DPR RI Achmad Mustaqim. Dia menyebut, ada tiga hal ya

Pengacara Korban Penipuan First Travel: Bukan Uang Korupsi tapi Uang Jamaah, Kok Diambil Negara
Sebut ‘Bangsat’ dalam Rapat, Persatuan Guru Madrasah Minta Politisi PDI-P Minta Maaf
Polisi Tetapkan Adik Bos First Travel Kiki Hasibuan Sebagai Tersangka

JAKARTA, SUARADEWAN.com — Maraknya penipuan jamaah umrah mendapat perhatian anggota Komisi VIII DPR RI Achmad Mustaqim. Dia menyebut, ada tiga hal yang perlu diperhatikan dalam penataan para penyelenggara ibadah umrah.

“Ada tiga hal yang harus diperhatikan dalam penataan para penyelenggara umrah, Pertama, perlu ada pengetatan dan penertiban biro perjalanan umrah” kata dia, Rabu (4/4).

Berdasarkan data yang diterimanya, terdapat sekitar 700 penyelenggara umrah di Indonesia. Namun, dari jumlah tersebut sebanyak 50 persen tidak mengantongi izin resmi. Politikus PPP itu mengatakan, Kementerian Agama (Kemenag) harus masuk, khususnya dalam hal pengetatan perizinan sesuai undang-undang. Dengan demikian, jumlah penyelenggara ibadah umrah lebih rasional.

Baca juga  MoU Izin Geledah, DPR: Bisa Lemahkan KPK

Kedua, animo umat Islam beribadah umrah semakin meningkat. Dia mengatakan, Indonesia adalah negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia, sekaligus menjadi penyuplai jamaah umrah terbesar. “Kondisi itu membuat para penyelenggara umrah tertarik berkecimpung pada bisnis tersebut,” kata dia.

Baca juga: Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 2018 Disepakati Sebesar Rp.35.235.602

Selain itu, Mustaqim mengatakan, kenyataannya untuk bisa beribadah haji yang ada sekarang ini, membuat umat Islam harus mengantri puluhan tahun. Dengan demikian, ibadah umrah sebagai haji kecil menjadi pilihan untuk melaksanakan ibadah utama bagi umat Islam.

Baca juga  Syahrini Dijadwalkan Bersaksi di Sidang First Travel

Ketiga, niat baik para penyelenggara ibadah umrah. Menurut dia, banyaknya jumlah penyelenggara umrah memiliki dampak positif dan negatif.

Ia menyebut, salah satu dampak negatif, yakni adanya upaya menarik minat calon jamaah, seperti, menawarkan harga paket yang terlalu murah. Padahal, harga tersebut tak rasional untuk pembiayaan ibadah umrah sendiri.

Di sisi lain, dia mangatakan, semakin tinggi animo masyarakat melakukan ibadah umrah, menyebabkan sebagian calon jamaah tak hati-hati dan mudah tergiur. Sehingga, peristiwa penelantaran jamaah umrah, bisa menjadi perhatian bersama. (ihr)

COMMENTS

DISQUS: