oleh

DPR Minta Penyelenggara Pemilu Tindak Tegas Paslon Pelanggar Protokol di Pilkada 2020

JAKARTA, SUARADEWAN.com — Anggota Komisi IX DPR RI Saleh Partaonan Daulay (Fraksi PAN) menegaskan, KPU, Bawaslu, dan DKPP diharapkan mampu berperan aktif menertibkan paslon dan para pendukungnya.

Hal tersebut disampaikan Saleh dalam rilisnya, Senin (14/9/2020). Menurutnya Harus ada aturan tegas yang diberlakukan. Para paslon dan pendukungnya yang tidak menjalankan protokol kesehatan harus ditindak tegas. Bahkan, bila perlu didiskualifikasi kepesertaannya dalam Pilkada kali ini.

banner 1280x904

“Kalau perlu, aturan itu dapat mendiskualifikasi paslon. Kalau hanya sekadar teguran lisan dan tulisan, sepertinya tidak efektif. Aturan yang dibuat harus lebih tegas,” demikian kata legislator dapil Sumatera Utara II itu.

Baca juga  Bawaslu Manado: 1.424 Warga Manado Belum Terdaftar sebagai Pemilih Pilkada 2020

Saleh juga menekankan, Jika paslon dan para pendukungnya sudah bisa ditertibkan, tahapan Pilkada bisa dilanjutkan. Menurutnya titik perhatian utama adalah keamanan dan kesehatan masyarakat. Itu yang harus dipastikan oleh para penyelenggara.

“Jangan sampai ada masyarakat yang terpapar hanya karena ingin ikut menegakkan demokrasi. Keselamatan dan kesehatan masyarakat haruslah menjadi prioritas. Keterlibatan semua pihak dalam hal ini sangat diperlukan,” seru pelaksana harian F-PAN DPR tersebut.

Baca juga  Awasi Coklit Data Pemilih, Bawaslu Sulut: Semua Data Harus Valid, dan Menjamin Hak Pilih

Sebagai informasi, pada pendaftaran bakal pasangan calon (bapaslon) untuk Pilkada tahun ini di beberapa Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD), banyak sekali yang mengabaikan protokol kesehatan. Ini sangat membahayakan keamanan dan kesehatan para kontestan dalam Pilkada. Apalagi, jumlah orang yang terpapar semakin hari semakin tinggi. (dpr)

Komentar