oleh

DPR Minta Kemenlu Proaktif Tangani WNI Yang Terdampak Covid-19 di Luar Negeri

JAKARTA, SUARADEWAN.com — Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Mardani Ali Sera meminta Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) untuk proaktif melakukan perlindungan dan pemulangan Warga Negara Indonesia (WNI) terdampak pandemi virus Corona (Covid-19) yang berada di luar negeri. Mereka diantaranya para pelajar, diaspora Indonesia, dan pekerja migran.

“Saya minta Kemenlu RI memperhatikan kondisi warga negara kita yang masih di luar dan yang akan pulang ke dalam negeri,” kata Mardani dalam Rapat Paripurna DPR RI Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, Kamis (2/4/2020). Ia menambahkan, tak sedikit WNI tertahan di luar negeri karena status lockdwon, seperti di Malaysia, India dan Arab Saudi.

banner 1280x904

Sehingga, harus ditangani dengan baik dengan tetap mengedepankan prinsip perlindungan dan kemanusiaan, sesuai dengan amanat pembukaan UUD 45 dan Undang-Undang (UU) Nomor 37 Tahun 1999 tentang Hubungan Luar Negeri.

Baca juga  Data Angka Kematian Akibat Corona di Indonesia Berdasarkan Kelompok Usia

“Ada juga yang terkena lockdown baik itu yang Umrah maupun wisata religi di Yerusalem, agar mereka diperhatikan serius dan diadvokasi oleh Kedutaan Besar kita di luar,” ujarnya.

Saat ini, lanjut politisi Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (F-PKS) ini, sebanyak 202 negara termasuk Indonesia yang dihadapkan dengan pandemi Covid-19 yang tidak hanya berdampak pada masalah kesehatan, tetapi juga ekonomi. Sementara itu, kasus WNI yang terkonfirmasi terpapar Covid-19 di luar negeri berjumlah 191 kasus yang tersebar di 22 negara.

Menurut Mardani, Pemerintah Indonesia juga perlu melakukan pendekatan bilateral serta memfasilitasi pemulangan WNI yang kembali ke Tanah Air sesuai dengan protokol kesehatan yang berlaku. Arus masuk paling banyak adalah pekerja migran Indonesia dari Malaysia yang diperkirakan mencapai ratusan ribu WNI.

Baca juga  Pembunuhan Kim Jong-Nam, Kemenlu Terus Pantau Proses Sidang Tuntutan Siti Aisyah di Malaysia

Selain pekerja migran di Malaysia, sejumlah 11.800 anak buah kapal (ABK) WNI dari 80 kapal pesiar yang sementara menghentikan operasinya juga diperkirakan akan pulang ke Indonesia. Secara khusus, legislator daerah pemilihan DKI Jakarta I meminta agar proses pemulangan mahasiswa diaspora di Pakistan dipercepat. Mengingat, penyebaran wabah Covid-19 di negara itu semakin masif.

Mardani juga berharap, Pemerintah menyediakan platform digital khusus untuk memantau dan melindungi warganya di luar. “Kami dari BKSAP mengusulkan pemerintah untuk membuat  suatu aplikasi guna memantau setiap warga yang berada di luar agar tetap tertangani dengan baik,” tutup Anggota Komisi II DPR RI itu. (dpr)

Komentar