Donald Trump Kecam Lima Grup Media AS

Donald Trump Kecam Lima Grup Media AS

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Presiden Donald Trump mengecam lima grup media besar Amerika Serikat (AS). Dia mengaku bahwa media-media yang dianggap menay

Erdogan: Sikap Trump Soal Nuklir Iran dan Yerusalem Bawa Dunia ke Masa Kelam
Lima Sosok Ini Paling Curi Perhatian Dunia di Tahun 2018
Senjata Nuklirnya Diejek Trump, Korut Ancam Serang AS Pakai Rudal Balistik

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Presiden Donald Trump mengecam lima grup media besar Amerika Serikat (AS). Dia mengaku bahwa media-media yang dianggap menayangkan berita-berita palsu tersebut bukanlah musuhnya, melainkan musuh rakyat Amerika.

“The FAKE NEWS media (failing @nytimes, @NBCNews, @ABC, @CBS, @CNN) is not my enemy, it is the enemy of the American People!” tulis Trump melalui akun twitternya @realDonaldTrump, Sabtu (18/2/2017).

Ia pun menghimbau kepada seluruh rakyat Amerika untuk tidak mempercayai pemberitaan media-media mainstream tersebut tentang kondisi pemerintahan yang kini ia pimpin. Karena baginya, pemerintahan (Gedung Putih) berjalan dengan baik.

Baca juga  Donald Trump Menjadi Presiden Ketiga Negeri Paman Sam yang Dimakzulkan

Justru ia mengaku mewarisi kegagalan dari pemerintahan sebelumnya, yang kini berusaha ia bangun dan perbaiki bersama tim strategi Gedung Putih lainnya.

“Don’t believe the main stream (fake news) media. The White House is running VERY Well. I inherited a MESS and am in the process of fixing it,” tegas Trump.

Seperti diketahui, Trump sebelumya sudah mengecam media-media AS ini sebagai media berita-berita palsu. Ia membantah laporan media mengenai kekacauan yang terjadi di Gedung Putih serta dugaan adanya kontrak kerjasama dengan Rusia.

Baca juga  Satu Abad Tragedi Kemanusiaan Palestina: Dari Balfour ke Trump

Menurut Tim Strategi Gedung Putih, Steve Bannon, media-media itu adalah “partai oposisi”. Apalagi diketahui, sebelum Trump terpilih sebagai Presiden AS, dirinya sudah terlibat saling serang dengan banyak kelompok media mainstream, terutama New York Times dan CNN.

“Media-media tersebut harusnya malu. Mereka tidak memahami negeri ini,” tandas Bannon. (ms)

COMMENTS

DISQUS: 0